Sudah 'Ekspor' ke Papua, Petani Bawang Merah di Sukajaya Minta Dukungan JUT ke Pemkab Bogor
BUMDes Pasirmadang bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciparay Makmur Berkah, Sukajaya meminta dukungan kepada Pemkab Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - BUMDes Pasirmadang bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciparay Makmur Berkah, Sukajaya meminta dukungan kepada Pemkab Bogor.
Dukungan tersebut, berupa program Jalan Usaha Tani (JUT), yang sudah diusulkan dan sempat diukur, tapi hingga kini belum ada realisasinya.
"Padahal JUT sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil panen dan memperbesar keuntungan, hingga petani sejahtera dan para generasi muda tertarik menjadi petani karena profesi ini menjanjikan," kata Ketua KTH Ciparay Makmur Berkah Firman Firdaus kepada wartawan, Selasa, 9 September 2025.
Firman Firdaus menjelaskan, bahwa para petani, hingga saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari terbatasnya tenaga ahli, kurangnya peralatan pertanian, hingga buruknya infrastruktur jalan.
“Saat ini kami hanya memiliki satu tenaga ahli, peralatan, fasilitas pertanian dan akses jalan pun masih kurang memadai, hingga hasil panen sulit diangkut karena jalan dari kebun menuju gudang masih berupa tanah merah. Kondisi ini semakin parah ketika musim hujan tiba," jelas Firman Firdaus.
Ia menuturkan, bahwa KTH Ciparay Makmur bersama Bumdes Pasir Madang, baru saja sukses memanen sekitar 40 ton bawang merah dari lahan seluas 3 hektare.
Panen bawang merah ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya, mereka berhasil melakukan uji coba.
Panen bawang merah dilakukan oleh kelompoknya, di tiga titik berbeda, namun berada di satu desa yang sama, yaitu Desa Pasir Madang.
“Di hari pertama panen ini sekitar 20 ton, lalu di hari kedua juga 20 ton, sehingga total hasil panen selama dua hari mencapai 40 ton,” tuturnya.
Firman menerangkan, sebanyak 3 ton bibit bawang merah ditanam oleh petani setempat selama 60 hingga 90 hari.
Hasil panen bawang merah tambahnya tidak hanya dipasarkan di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya, tetapi juga sudah menjangkau atau 'ekspor' ke luar Pulau Jawa.
“Panen sebelumnya kami kirim ke Papua, tepatnya ke Nabire, Manokwari, Jayapura, dan Papua Pegunungan,” terangnya.
Ke depan, ia menyebut pihaknya tak hanya fokus pada penjualan hasil panen, melainkan juga pada pembibitan.
Sehingga, para anggota KTH Ciparay Makmur dapat meminimalisir modal dan memperbesar keuntungan.
“Harapannya lainnya, banyak petani yang ikut menanam bawang merah. Selain masa panennya singkat, hasilnya juga sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” sebutnya.***
Editor : JakaPermana


