Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Bogor Rekrut 273 Petugas Pemutakhiran Data
Badan Pusat Statistik BPS Kota Bogor menggelar pelatihan petugas pemutakhiran kerangka geospasial dan wilayah kerja statistik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Badan Pusat Statistik BPS Kota Bogor menggelar pelatihan petugas pemutakhiran kerangka geospasial dan wilayah kerja statistik.
Pelatihan ini dilakukan untuk memperbarui informasi spasial dan administratif yang digunakan dalam penyusunan kerangka geospasial serta wilayah kerja statistik sebagai dasar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kota Bogor Raden Gandari Adianti Aju Fatimah menuturkan, pelatihan Sensus Ekonomi 2026 ini bertujuan untuk memastikan ketepatan batas dan cakupan wilayah kerja statistik di setiap wilayah terkecil.
"Jadi Sensus Ekonomi 2026 nanti, dalam kegiatan itu kami perlu wilayah kerja RT, terakhir di 2019 kami sudah lakukan pemetaan. Untuk itu harus dilakukan pemutakhiran dan perlu dilakukan pemetaan karena banyaknya perubahan. Tujuannya kegiatan ini untuk pemutakhiran peta RT dalam rangka Sensus Ekonomi 2026," ungkap Gandari pada Rabu 16 Juli 2025.
Gandari memaparkan, sebelumnya, pada tahun 2024 BPS Kota Bogor sudah melakukan rekrutmen terbuka, mulai dari tes hingga wawancara dengan jumlah 273 orang yang lolos seleksi.
"Total ada 244 orang pendata dan 29 orang sebagai pengawas. Kemudian nanti mereka akan ditempatkan sesuai dengan wilayah tugasnya. Mereka harus bersedia ditempatkan di mana saja," paparnya.
Gandari menjelaskan, mulai Agustus 2025 nanti, mereka akan disebarkan untuk melakukan pemutakhiran batas-batas peta 3.644 RT di Kota Bogor beserta muatan ekonominya guna mendukung Sensus Ekonomi sebagai pedoman bagi petugas.
"Jadi di lapangan nanti mereka dilengkapi identitas atau name tag dilengkapi barcode. Mereka akan membawa instrumen-instrumen pendataan, seperti peta yang harus dimutakhirkan dan lain sebagainya," jelasnya.
"Mereka tentunya harus melapor kepada camat, lurah, hingga RW dan RT sebelum melakukan tugasnya," pungkas Gandari.
Editor : Doni Ramdhani

