Sulit Bertemu Anak, Ibu Kandung Nizam Ungkap Trauma KDRT sebelum Cerai

Ibu kandung Nizam, Lisnawati mengatakan dirinya sulit bertemu anak.

Sulit Bertemu Anak, Ibu Kandung Nizam Ungkap Trauma KDRT sebelum Cerai
Pengakuan ibu kandung Nizam soal sulit bertemu anak/tangkapan layar Instagram

INILAHKORAN.ID - Lisnawati, ibu kandung Nizam, bocah yang diduga menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia di Sukabumi, mengungkap kisah pilu perjalanan hidupnya sebelum berpisah dari ayah korban.

Ia mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga sejak masih mengandung Nizam, yang membuatnya hidup dalam tekanan dan trauma berkepanjangan.

Melalui kuasa hukumnya, Lisnawati menuturkan bahwa kekerasan yang dialaminya bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga ancaman verbal yang sangat mengganggu kondisi psikologisnya.

Saat hamil, ia disebut pernah mendapat ucapan bernada ancaman dari mantan suaminya dalam bahasa Sunda yang bermakna, “mati aja lah sama bayi yang ada di perutmu.”

Trauma semakin dalam ketika Lisnawati mengalami tindakan kekerasan ekstrem. Ia mengaku rambutnya pernah dipotong menggunakan golok oleh mantan suaminya. Peristiwa itu disebut menjadi salah satu alasan utama ia memilih berpisah karena merasa keselamatannya terancam.

Pasca perceraian, Lisnawati mengaku tidak mudah bertemu dengan Nizam yang tinggal bersama ayahnya. Ia menyebut terakhir kali bertemu sekitar tiga tahun lalu.

Dalam momen itu, Nizam menangis dan ingin ikut dengan neneknya. “Nangis-nangis pengen ikut sama neneknya, tapi susah dibawa dari ayahnya,” tutur Lisnawati.

Kematian Nizam kemudian membuka kembali luka lama bagi Lisnawati. Korban ditemukan dengan luka melepuh di sejumlah bagian tubuh, yang memicu kecurigaan adanya kekerasan dalam lingkungan keluarga.


Editor : Firda Rachmawati