Ayah Nizam Minta Mantan Istri Fokus Ungkap Kematian Anak, Bukan Ungkit Masa Lalu
Menurutnya, penggalian masa lalu tidak akan membantu mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa Nizam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polemik kasus kematian Nizam terus bergulir dan menyita perhatian publik. Terbaru, ayah Nizam, Anwar Satibi, meminta mantan istrinya untuk bersama-sama mengungkap fakta kematian putra mereka, alih-alih kembali mengungkit konflik masa lalu yang dinilai tidak relevan dengan inti persoalan.
Permintaan itu disampaikan Anwar melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Dalam pernyataannya, Anwar menilai sejumlah pihak di lingkaran keluarga mantan istrinya merasa takut disalahkan atas peristiwa yang menimpa Nizam. Ia juga menyinggung soal riwayat perpindahan sekolah Nizam yang, menurutnya, diurus sepenuhnya oleh pihak keluarga ibu.
“Saya tahu-tahu anak saya sudah sekolah di Purwasedar. Saya tidak pernah dilibatkan. Kalau mau jujur, ayo kita bareng-bareng menguak kejanggalan atas kematian anak saya dan anak kamu juga,” tulis Anwar dalam unggahannya.
Bantah Tudingan, Anwar Singgung Dugaan Kejanggalan
Anwar juga membantah tudingan yang menyudutkan dirinya sebagai pihak yang patut disalahkan. Ia mengaku heran mengapa isu-isu lama kembali diangkat di tengah proses pengungkapan kematian anaknya.
Menurutnya, penggalian masa lalu tidak akan membantu mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa Nizam.
Dalam unggahan yang sama, Anwar menyebut ada kejanggalan waktu terkait penyerahan Nizam kepadanya di masa lalu, termasuk periode singkat sebelum mantan istrinya kembali menikah. Ia berharap semua pihak berhenti saling menyalahkan dan fokus pada substansi perkara.
Anwar menegaskan dirinya tidak ingin polemik ini bergeser menjadi konflik personal antarkeluarga. Ia justru mendorong agar seluruh pihak membuka informasi yang dimiliki demi mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Nizam.
“Saya ingin kebenaran dibuka. Jangan saling menyalahkan. Yang penting sekarang adalah keadilan untuk anak,” tulisnya lagi dalam unggahan tersebut.
Editor : Firda Rachmawati


