Ibu Kandung Nizam Ungkap Pernah Alami KDRT saat Hamil, Rambut Dipotong Pakai Golok
Begini pengakuan ibu kandung Nizam yang ternyata pernah mengalami KDRT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - ibu kandung Nizam, bocah yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri hingga meninggal dunia di Sukabumi, akhirnya angkat bicara soal kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya semasa masih berstatus sebagai istri dari ayah korban.
Melalui kuasa hukumnya, Lisnawati mengungkap pernah mengalami KDRT ketika tengah mengandung Nizam.
Kuasa hukum Lisnawati menjelaskan bahwa kliennya tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal dari mantan suaminya.
Saat Nizam masih berada dalam kandungan, Lisnawati disebut mendapat ancaman bernada mengerikan. Salah satu ucapan yang masih diingat kuat adalah kalimat bernuansa Sunda yang bermakna, “lebih baik mati saja bersama bayi yang ada di perutmu”.
Selain ancaman, kekerasan fisik juga dialami Lisnawati. Rambutnya disebut pernah dipotong menggunakan golok oleh mantan suaminya. Peristiwa tersebut menjadi titik puncak hingga akhirnya Lisnawati memilih bercerai karena tidak sanggup lagi bertahan dalam lingkaran KDRT.
Usai perceraian, Lisnawati mengaku kesulitan bertemu dengan anak kandungnya yang tinggal bersama sang ayah. Ia menyebut terakhir kali bertemu Nizam sekitar tiga tahun lalu. Dalam pertemuan terakhir itu,
Nizam bahkan menangis dan ingin ikut dengan neneknya, namun tidak bisa dibawa karena berada dalam penguasaan ayahnya.
Kasus kematian Nizam sendiri memantik perhatian publik setelah korban ditemukan dengan sejumlah luka melepuh di beberapa bagian tubuh. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan dalam lingkungan keluarga.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyatakan kasus ini masuk dalam kategori filisida, yakni pembunuhan anak oleh orang tua atau pengasuh. Aparat penegak hukum masih mendalami rangkaian peristiwa yang menimpa korban serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Editor : Firda Rachmawati


