Sumpah Pemuda, Mahasiswa Rumpin Tagih Sumpah Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Hari Sumpah Pemuda diperingati Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) menuntut Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk merealisasikan janjinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Rumpin - Hari Sumpah Pemuda diperingati Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) dengan melakukan aksi demonstrasi menuntut Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk merealisasikan janji atau sumpahnya membangun jalan khusus tambang.
"Sebagai pemuda, kami tentunya ingin menyuarakan suara masyarakat yang tinggal di jalur usaha tambang yaitu Kecamatan Rumpin, Cigudeg dan Parungpanjang. Hari ini, kami menuntut Gubernur Jabar Ridwan Kamil merealisasikan janjinya untuk segera membangun jalan khusus tambang," ujar Wakil Sekjen HMR Wildan Muholad kepada wartawan, Kamis 28 Oktober 2021.
Mahasiswa Fakultas Manajemen Universitas Pamulang itu menerangkan, selain menuntut pembangunan jalan khusus tambang para mahasiswa juga menuntut peningkatan Jalan Cicangkal-Legok dan diterapkannya aturan jam operasional truk tambang.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Khusus Tambang, Masyarakat Parungpanjang Kirim Petisi ke Ridwan Kamil
"Kami minta pemerintah daerah meningkatkan Jalan Cicangkal-Legok dan pihak pengusaha transportasi tambang untuk disiplin dalam melakukan operasional kendaraan truknya di jam operasional yang sudah ditetapkan sebelumnya. pemerintah daerah dan kepolisian juga harus mengawasi hingga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas dan menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas," terangnya.
Wildan menuturkan akibat Jalan Cicangkal-Legok mengalami rusak parah atau banyak lubangnya, sejak lama ia memilih melewati Kecamatan Ciseeng, untuk menuju kampusnya di Pamulang, Tanggerang Selatan.
"Kalau lewat Jalan Cicangkal-Legok selain berpotensi jatuh, juga waktu tempuhnya bisa 1,5 jam, sedangkan kalau lewat Kecamatan Ciseeng hanya butuh waktu 55 menit dan jalannya mulus. Oleh karena itu, mahasiswa dari Kecamatan Rumpin lebih memilih jalur tersebut walaupun harus sedikit memutar," tutur Wildan.
Baca Juga: Jalan Khusus Tambang di Pemkab Bogor Bakal Direvisi
Sebelumnya, Ochan dari organisasi Masyarakat Peduli Parungpanjang mengatakan sudah bertahun-tahun janji membangun jalan khusus tambang tidak jua terealisasi.
"Saya minta Gubernur Jabar Ridwan Kamil segera membangun jalan khusus tambang tersebut, sudah bertahun-tahun kita sudah menunggu janji tersebut," kata Ochan.
Dia meminta, pandemi Covid-19 tidak dijadikan alasan, tidak terbangunnya jalan khusus tambang karena ketidak siapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Baca Juga: Ade Minta Jalan Khusus Tambang Terbangun Tahun Depan
Mewakili masyarakat, Ochan meminta jalan khusus tambang sudah terbangun sebelum pemilihan umum, karena khawatir rencana pembangunan jalan khusus tambang tersebut bakal menjadi komoditas politik belaka.
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan permintaan pembangunan jalan khusus tambang juga disuarakan Pemkab Bogor dan anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Jalur Jalan Khusus Tambang Diubah Lagi, Biayanya Rp204 Miliar
"Akhir pekan kemarin, saya juga sudah mengkomunikasikan tindak lanjut atau realisasi rencana pembangunan jalan khusus tambang ke Gubernur Ridwan Kamil, ia mengarahkan agar kita berkordinasi lebih lanjut dengan badan usaha milil daerah (BUMD) Jabar PT Marga Sarana Jabar," tutur Burhanudin.***(reza zurifwan)
Editor : inilahkoran


