Suplemen Postbiotik Makin Populer, Benarkah Perlu Dikonsumsi?

Suplemen postbiotik mulai banyak dijual karena diklaim baik untuk kesehatan usus. Namun, para ahli menilai bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya masih terbatas

Suplemen Postbiotik Makin Populer, Benarkah Perlu Dikonsumsi?
Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa jenis postbiotik berpotensi membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mengurangi gejala radang usus. (greenlifeharvestgroup)

INILAHKORAN.ID - suplemen postbiotik mulai banyak dijual karena diklaim baik untuk kesehatan usus. Namun, hingga kini para ahli menilai bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya masih terbatas.

Mengutip The Conversation, postbiotik adalah senyawa yang dihasilkan bakteri baik di usus setelah mencerna serat atau prebiotik. Berbeda dengan probiotik yang berisi bakteri hidup, postbiotik merupakan hasil kerja bakteri, seperti asam lemak, vitamin, dan enzim.

Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa jenis postbiotik berpotensi membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mengurangi gejala radang usus. Namun, sebagian besar penelitian masih dilakukan di laboratorium atau pada hewan, sehingga manfaatnya pada manusia masih perlu dibuktikan.

Dibanding probiotik, postbiotik lebih stabil, tidak mudah rusak oleh panas, dan lebih aman bagi orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Meski begitu, bukan berarti suplemen postbiotik lebih efektif.

Para peneliti juga menegaskan belum ada cukup bukti yang menyarankan masyarakat umum mengkonsumsi suplemen postbiotik. Cara terbaik mendapatkan manfaatnya tetap melalui makanan sehari-hari.

Konsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, atau tempe sebagai sumber probiotik, lalu imbangi dengan makanan tinggi serat seperti pisang, bawang, oat, dan sayuran. Kombinasi ini membantu bakteri baik di usus memproduksi postbiotik secara alami.

Kesimpulannya, postbiotik memang menjanjikan, tetapi untuk saat ini pola makan sehat dan seimbang masih menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan usus. 


Editor : Doni Ramdhani