Survei Pilkada Cimahi 2024, Nama Supiyardi dan Ali Hasan Masih Bisa Dipertimbangkan
Lembaga Survei Political Insight (Polsigh) melakukan pendataan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Lembaga survei Political Insight (Polsigh) melakukan pendataan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Cimahi.
Dalam data tersebut terdapat beberapa tokoh yang memungkinkan untuk maju dalam perhelatan politik Pilkada 2024.
"Secara kandidasi Dikdik Suratno menjadi tokoh sentral untuk popularitas dan elektabilitas kemenangan kandidasi dalam pemilihan," tutur Yusa Djuyandi Direktur Eksekutif Polsigh dalam siaran persnya, Jumat 24 Mei 2024.
Selain itu kandidat Ngatiyana dann Achmad Zulkarnain dari PKS membayangi dengan cukup tingginya tingkat popularitas dan elektabilitas.
Selain ketiga nama tersebut, tutur Yusa, peluang Ali Hasan dari Golkar dan Supiyardi dari PKS juga masih bisa dipertimbangkan dalam proses kandidasi politik di Kota Cimahi.
"Jika tidak ada isu dan dinamika politik yang berdampak luas dan signifikan mempengaruhi keterpilihan, peta politik Pilkada pada November 2024 diprediksi akan bertarung 3 pasang kandidat," jelas dia.
Menurut Yusa, popularitas seorang figur kandidat merupakan modal yang sangat penting untuk memperoleh perhatian publik. Popularitas ini akan mendongkrak elektabilitas figur dengan membangun pencitraan, baik secara langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat atau melalui media massa.
"Setiap kandidat memiliki bobot probabilitas keterpilihan masing masing tergantung track record juga strategi yang dilakukan.
Ketika diperlihatkan kepada responden beberapa daftar bakal calon walikota," tutur Yusa.
elektabilitas kandidat dapat dilihat sebagai berikut: Dikdik Suratno ( 20.25%), Ngatiyana (18,25%), dan Achmad Zulkarnain (13,75 %) menempati posisi 3 Besar.
Diluar ketiganya, yaitu dalam urutan 5 besar, pada posisi keempat ditempati oleh Alihasan ( 13,25% ) dan posisi kelima oleh Supiyardi ( 9 % ).
Tingginya popularitas dan elektabilitas Dikdik Suratno disebabkan oleh faktor posisinya sebagai Sekretaris Daerah Kota Cimahi.
"Untuk Ngatiyana disebabkan oleh posisi politiknya yang merupakan mantan walikota, sedangkan Achmad Zulkarnain sebagai Ketua DPRD kota cimahi periode
2019 - 2024. Hal tersebut sesuai dengan survey ini, yaitu sebanyak 33.75% ," kata dia.
Yusa menambahkan, maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur preferensi masyarakat kota cimahi terhadap para kandidat calon walikota cimahi serta beberapa pandangan masayarakat tentang permasalahan kota Cimahi.
"Dengan survei ini masyarakat memiliki Gambaran kandidasi serta
prediksi prediksi pemenang pilkada melalui simulasi pilihan dari beberapa kandidat yang beredar di masyarakat," tutup dia.***
Editor : JakaPermana

