SWJ-MFT Award 2026 , Jabar Bidik Pasar Wisata Halal Global
Pemerintah Provinsi Jawa Barat enggan berpuas diri, setelah dinobatkan sebagai yang terbaik dalam pengembangan pariwisata ramah Muslim di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat enggan berpuas diri, setelah dinobatkan sebagai yang terbaik dalam pengembangan pariwisata ramah Muslim di Indonesia.
Berbekal capaian tersebut, Pemprov Jabar kini menggenjot penguatan ekosistem wisata halal untuk merebut peluang pasar wisatawan Muslim global yang terus tumbuh signifikan.
Data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025 menunjukkan, wisatawan Muslim menjadi salah satu segmen pasar pariwisata dunia yang berkembang paling pesat.
Potensi itu dinilai sangat relevan bagi Jabar, yang memiliki mayoritas penduduk Muslim dan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh, melanjutkan program Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award. Program yang mulai digelar pada 2024 tersebut menjadi instrumen, guna mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata memenuhi standar layanan wisata ramah Muslim.
Sebab program itu terbukti berkontribusi terhadap keberhasilan Jabar meraih posisi pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Penilaian IMTI mencakup aspek komunikasi, lingkungan, pelayanan, dan aksesibilitas yang menjadi indikator utama kesiapan destinasi wisata halal.
Tahun ini, SWJ-MFT Award 2026 menghadirkan delapan kategori penilaian, bertambah dari enam kategori pada penyelenggaraan sebelumnya. Selain kategori kabupaten/kota, hotel, restoran, dan daya tarik wisata, penghargaan kini juga menyasar desa wisata serta pusat perbelanjaan yang dinilai memiliki komitmen terhadap layanan ramah Muslim.
Peluncuran SWJ-MFT Award 2026 dijadwalkan berlangsung di Masjid At-Thohir, Kota Depok, Kamis (9/7/2026), bersamaan dengan peluncuran portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan mengatakan, kedua program tersebut merupakan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sektor pariwisata daerah.
"Pelaksanaan ini menunjukkan sinergi strategis yang saling melengkapi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini bukan dua program terpisah, melainkan satu siklus peningkatan mutu yang berkesinambungan," ujar Iendra dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Tak hanya menggelar kompetisi, Pemprov Jabar juga akan melakukan pendampingan langsung terhadap objek wisata yang dinilai memiliki potensi besar menjadi ikon wisata ramah Muslim.
Dua sektor yang menjadi fokus pembinaan adalah infrastruktur transportasi, berupa rest area serta destinasi wisata religi berbasis masjid. Masjid At-Thohir akan ditetapkan sebagai salah satu daya tarik wisata religi unggulan Jawa Barat, sementara Rest Area Km 88 disiapkan menjadi model fasilitas perjalanan yang memenuhi standar wisata ramah Muslim, mulai dari fasilitas ibadah hingga penyediaan kuliner halal.
Sisi lain, Pemprov Jabar juga memperkuat transformasi digital untuk menjawab kebutuhan wisatawan Muslim,yang menginginkan akses informasi cepat dan akurat.
Melalui kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Telkom University, Disparbud Jabar menghadirkan platform halaltravelbot.com yang menyediakan informasi mengenai kuliner halal, lokasi tempat ibadah, hingga panduan budaya Sunda bagi wisatawan.
Penguatan sektor wisata halal juga ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) tahun 2025 mencatat, Jawa Barat telah memiliki lebih dari 1,25 juta produk bersertifikat halal, 329 restoran bersertifikat halal, serta 20 hotel dengan dapur bersertifikat halal.
Atas berbagai terobosan tersebut, Jawa Barat juga berhasil meraih penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026, penghargaan internasional yang diberikan kepada wilayah di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) yang dinilai paling progresif dalam membangun ekosistem wisata ramah Muslim berstandar global.
Sebelumnya, Jabar kembali mendominasi dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 usai menyabet juara umum di Jakarta Senin (6/7/2026) lalu.
Jabar menjadi provinsi terbaik pada enam kategori sekaligus, yakni Pariwisata Ramah Muslim, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rencana Aksi Daerah, Ekonomi Pesantren, serta Zakat, Infak, dan Sedekah.
Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan menilai, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat.
"Kita tahun ini bisa mempertahankan juara umum Anugerah Adinata Syariah. Tentu ini kerja keras semua pihak, terima kasih kepada BI Perwakilan Jabar, KDEKS Jabar dan lainnya yang terus bekerja bersama kami meningkatkan perekonomian dan keuangan syariah di Jabar," ucapnya.
Torehan ini menegaskan Jabar tidak hanya membangun destinasi wisata ramah Muslim, tetapi juga tengah memperkuat fondasi ekonomi syariah secara menyeluruh. Strategi itu dinilai menjadi modal penting untuk menarik wisatawan, investasi, sekaligus memperluas pengaruh sebagai pusat pengembangan industri halal nasional. ***
Editor : JakaPermana

