Tak ada Dapur yang Bisa Melayani, Ribuan Kelompok B3 di Cipatat Belum Nikmati MBG
Sudah hampir setengah tahun diluncurkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dapat dirasakan oleh ribuan kelompok Ibu hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (B3) di beberapa desa Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sudah hampir setengah tahun diluncurkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dapat dirasakan oleh ribuan kelompok Ibu hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (B3) di beberapa desa Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Bahkan di Desa Sarimukti, tidak satu pun dari 560 orang B3 yang tercatat telah menerima manfaat program tersebut.
Kader Pos KB Desa Sarimukti, Euis, mengungkapkan bahwa tidak adanya dapur MBG di desanya menjadi faktor utama kendala.
"Dikatakan belum ada dapur yang bisa melayani kami, karena dapur-dapur yang sudah ada saat ini sudah penuh kapasitas," kata Euis.
Tak cuma di Sarimukti, masalah serupa juga terjadi di Desa Kertamukti, Gunung Masigit, dan Mandalawangi, di mana hanya sebagian wilayah RW yang mendapatkan akses program, bukan seluruhnya.
Penyuluh KB UPT KB Kecamatan Cipatat, Wida Dewi membenarkan bahwa dari total 9.737 orang B3 di wilayahnya, baru 6.695 orang yang telah mendapatkan bantuan MBG.
Sisanya, sebanyak 3.042 orang, masih belum dapat menikmati program tersebut.
"Kendala utamanya adalah jarak. Ada patokan bahwa lokasi penyaluran harus berada dalam radius maksimal 5-6 kilometer dari dapur penyedia. Jika lebih jauh dari itu, maka lokasi itu belum dapat dilayani," jelas Wida.
Untuk mengatasi hal ini, di Desa Gunung Masigit baru saja dibangun dua dapur MBG guna melayani wilayah pelosok seperti Pasegan, meskipun kuota yang tersedia masih terbatas.
"Kabarnya akan dilakukan pemerataan nantinya. Bagi kelompok B3 yang belum terpenuhi, akan dicover jika ada dapur baru yang dibangun," ucapnya.
Wida berharap seluruh kelompok B3, terutama di wilayah pelosok, dapat terlayani secara merata.
"Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, wilayah pelosok justru menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

