Tak Bisa Digabung, Ini Panduan Memilih antara Aqiqah dan Qurban Menurut Buya Yahya

Buya Yahya membagikan panduan memilih antara aqiqah dan qurban.

Tak Bisa Digabung, Ini Panduan Memilih antara Aqiqah dan Qurban Menurut Buya Yahya
Tak Bisa Digabung, Ini Panduan Memilih antara Aqiqah dan Qurban Menurut Buya Yahya

INILAHKORAN - Dalam ajaran Islam, ada dua ibadah sunnah yang melibatkan penyembelihan hewan, yakni aqiqah dan qurban

aqiqah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak, sedangkan qurban disyariatkan saat perayaan Idul Adha setiap tanggal 10–13 Dzulhijjah.

Namun, bagaimana jika seorang anak lahir tepat menjelang Idul Adha? Apakah niat qurban bisa digabung sekaligus dengan aqiqah untuk menghemat biaya dan efisiensi waktu?

Pertanyaan ini cukup sering muncul di tengah umat Islam, terlebih bagi orang tua yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Menanggapi hal ini, Buya Yahya melalui tayangan di kanal YouTube Al Bahjah TV memberikan penjelasan mendalam.

qurban dan aqiqah Adalah Ibadah yang Berbeda
Buya Yahya menegaskan bahwa meskipun sama-sama ibadah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan), qurban dan aqiqah tidak bisa disatukan dalam satu niat maupun satu hewan sembelihan.

"qurban itu ibadah sendiri, aqiqah juga ibadah sendiri. Jangan dicampur. Kebanyakan ulama sepakat soal ini," tegasnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa dari sisi waktu, aqiqah lebih fleksibel. Orang tua masih bisa mengaqiqahkan anaknya mulai sejak lahir hingga si anak mencapai usia baligh. Sebaliknya, qurban hanya bisa dilaksanakan dalam waktu yang sangat terbatas, yakni empat hari di bulan Dzulhijjah.

Mana yang Harus Didahulukan?
Dalam situasi di mana keuangan terbatas dan hanya memungkinkan untuk memilih salah satu, Buya Yahya memberikan panduan yang bijak:

Jika anak baru lahir menjelang Idul Adha, dan belum ada nazar untuk qurban, maka lebih utama mendahulukan aqiqah.

Namun, jika yang belum diaqiqahkan adalah orang dewasa dan ia sendiri yang ingin melakukannya, maka sebaiknya utamakan qurban terlebih dahulu.

aqiqah itu kewajiban orang tua, bukan anak. Kalau saya belum diaqiqahkan, itu bukan beban saya. Tapi kalau saya ingin mengaqiqahkan diri sendiri, itu boleh, tapi dahulukan qurban dulu,” jelas Buya Yahya.

Buya Yahya menyimpulkan bahwa qurban dan aqiqah adalah dua bentuk ibadah yang tidak bisa digabung secara niat maupun pelaksanaannya. Namun, pilihan ibadah mana yang harus didahulukan sangat tergantung pada kondisi dan konteks masing-masing keluarga.

“Kalau ada dua kambing, ya lakukan dua-duanya. Tapi kalau cuma mampu satu, lihat dulu siapa yang akan melakukannya dan dalam kondisi apa,” pesan Buya Yahya.


Editor : Firda Rachmawati