Tak Hanya Beras, Jelang Ramadan Sejumlah Komoditas Ini Mulai Naik di Pasar Tradisional Cimahi
Meroketnya harga beras yang tengah terjadi di pasaran tak hanya membuat masyarakat kebingungan. Namun, itu pun membuat para pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi meradang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Meroketnya harga beras yang tengah terjadi di pasaran tak hanya membuat masyarakat kebingungan. Namun, itu pun membuat para pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi meradang.
Kondisi yang sama juga mulai dirasakan para pedagang yang menjual komoditas lain seperti cabai, bawang, kentang dan lainnya.
Salah satunya seperti yang diungkapkan Tinton Raditya (45). Pedagang sayuran di Pasar Atas Cimahi ini memprediksi bakal ada kenaikan sejumlah komoditas jelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah ini.
"Setiap tahun jelang Ramadan diperkirakan akan ada kenaikan harga, seperti cabai merah dan kentang," katanya saat ditemui, Kamis 22 Februari 2024.
Meski begitu, sambung Tinton, untuk harga sayuran saat ini cenderung normal. Termasuk, cabai rawit saat musim panen tiba.
"Kalau cabai merah udah naik. Kisaran kenaikannya. Sedangkan, sayuran masih normal,"ucapnya.
Tinton mengaku, dirinya lebih memilih membeli sayuran dan komoditi lainnya di pasar besar yang ada di Kota Bandung disesuaikan dengan kebutuhan jualannya.
"Saya belanja tiap di Pasar Andir dan membeli sayuran di sana sesuai kebutuhan dan ngejar kualitas," ujarnya.
Sebab, lanjut Tinton, jika dirinya membeli di petani langsung dirinya harus membeli dengan jumlah cukup banyak dan tidak bisa memilih mana sayuran yang berkualitas.
"Kalau di petani sudah dipack atau dikarungin. Jadi gak bisa milih dan milah mana yang bagus," ucapnya.
Menurutnya, untuk semua harga komoditi sejauh ini masih aman lantaran untuk sayuran dan lainnya bergantung pada daya beli masyarakat itu sendiri.
"Kalau daya beli masyarakat sedang turun otomatis harga juga turun. Kan kalau sayuran dan komoditi lainnya ada batas waktu, cepat layu. Kalau layu harga juga pasti turun," tuturnya.
Tinton menyebut, untuk harga kentang dieng saat ini harganya di kisaran Rp20.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Sedangkan, untuk harga kentang biasa selisih sekitar Rp4.000 per kilogram.
Kemudian, untuk harga paprika saat ini mencapai Rp140.000 per kilogram untuk paprika yang masuk grade A. Kemudian, untuk harga daun seledri sekarang mencapai Rp70.000 per kilogram.
"Meski mahal, saya tetap sediakan karena ngejar sayuran dan komoditi yang berkualitas," tandas Tinton yang sudah berjualan di Pasar Atas Cimahi sejak tahun 2002 ini.
Terpisah, Analis Ketahanan Pangan pada Dispangtan Kota Cimahi, Agus Mamidin Parid naiknya harga sejumlah komoditi pokok di pasar yang ada di Kota Cimahi bergantung pada mekanisme pasar itu sendiri.
"Ketika pasokan komoditasnya mulai berkurang otomatis harga jualnya pun ikut naik," kata Agus.
Agus menyebut, pelaku pangan itu dimulai dari petani, pengepul hingga bandar yang nantinya berperan dalam bermain harga.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dispangtan melakukan pembinaan kelompok tani guna mengantisipasi adanya monopoli harga di pasar.
"Mereka kita berikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan sebagai solusi ketika terjadi lonjakan harga sejumlah komoditi," jelasnya.
"Jadi, kita tidak tinggal diam untuk menyiasati ketika harga-harga mulai merangkak naik," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

