Tak Ingin Ada Gangguan, Kapolda Jabar Kawal Ketat Laga Persib vs Persija

Pengamnan ketat diberlakukan polda Jabar di Stadion GBLA jelang pertandingan Persib vs Persija dalam lanjutan super league hari ini

Tak Ingin Ada Gangguan, Kapolda Jabar Kawal Ketat Laga Persib vs Persija
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan saat memimpin apel pasukan pengamanan laga Persib vs Persija di Stadion GBLA Minggu 11 Januari 2026. (Cesar Yudistira/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengambil alih langsung pengamanan pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. 

Langkah tersebut dilakukan karena pertandingan dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat kuatnya rivalitas kedua tim.

Rudi menegaskan laga Persib kontra Persija bukanlah pertandingan biasa. Berdasarkan analisis kepolisian, potensi gangguan keamanan dinilai cukup besar sehingga membutuhkan pengamanan ekstra.

“Saya menganalisa bahwa pertandingan bukan biasa-biasa saja. Kenapa? Karena ada rivalitas, antara Persib dan Persija sehingga penilaian kami ini berpotensi adanya beberapa gangguan,” ujar Rudi, usai pimpin apel di GBLA, Minggu 11 Januari 2026.

Atas dasar itu, ia memutuskan untuk turun langsung memimpin pengamanan agar pelaksanaannya berjalan lebih maksimal. Pengamanan tidak hanya difokuskan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tetapi juga mencakup berbagai titik keramaian lainnya di Kota Bandung.

“Oleh sebab itu saya sebagai Kapolda yang mengambil alih. Agar pengamanan lebih baik. Kenapa? Karena yang diamankan bukan hanya Stadion GBLA, ada keramaian dan segalanya, sehingga memerlukan tenaga yang lebih, peralatan yang lebih, kewenangan yang lebih,” katanya.

Terkait kehadiran tim tamu, Rudi memastikan bahwa skuad Persija Jakarta telah tiba di Bandung dan mendapatkan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.

“Persija sudah berada di sini, mereka sebagai tamu di sini,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu, kepolisian juga melakukan pengawalan khusus terhadap tim Persija.

“Iya sesuai dengan ketentuan kita pastikan mereka hadir di sini tepat waktu dan selamat,” ucap Rudi.

Selain fokus pada pengamanan pertandingan, kepolisian bersama pemerintah provinsi dan berbagai pemangku kepentingan juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menggelar kegiatan nonton bareng di sejumlah daerah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi massa di stadion.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan stakeholder lainnya, kita menyelenggarakan yang pertama nonton bareng ya di beberapa kabupaten kota. Kalau kami di kepolisian kami adakan itu. Bahkan ada beberapa polres, Kapolsek yang memberikan hadiah, menyediakan makanan supaya bisa menyaksikan di tempatnya tidak semua datang ke sini,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penonton yang hadir langsung ke stadion harus memiliki tiket resmi dengan jumlah yang terbatas. Rudi pun optimistis pertandingan akan berlangsung aman dan kondusif.

“Tentunya yang datang ke sini harus yang mempunyai tiket dan jumlahnya itu terbatas. Paska itu kami rasa ini pertandingan yang kedua klub yang akan menyajikan permainan yang sangat baik, sehingga Insya Allah kondisinya kondusif,” ujarnya.

Dalam pengamanan laga tersebut, Polda Jawa Barat mengerahkan sekitar 2.600 personel. Ribuan aparat itu tidak hanya ditempatkan di stadion, tetapi juga disebar di berbagai titik strategis lainnya.

“Ada 2600-an yang mengamankan di sini. Tapi masih banyak yang sudah ada tergelar di jalan, di tempat-tempat penginapan dan sebagainya. Insyaallah kita akan melayani semua masyarakat baik yang ada di sini maupun yang seputaran kota Bandung,” tutup Rudi.


Editor : Ahmad Sayuti