Forkopimda Kota Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Pertandingan Persib vs Persija

Pemkot Bogor meningkatkan kewaspadaan setelah pertandingan Persib vs Persija pada semifinal Piala Presiden 2026 yang digelar Selasa (4/8/2026). 

Forkopimda Kota Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Pertandingan Persib vs Persija
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor meningkatkan kewaspadaan setelah pertandingan Persib vs Persija  pada semifinal Piala Presiden 2026 yang digelar Selasa (4/8/2026). 

Pengamanan dilakukan melalui patroli gabungan Tim Tangkas Kota Bogor di sejumlah lokasi yang selama ini dinilai berpotensi menjadi titik pertemuan maupun gesekan antarsuporter.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, patroli tersebut akan melibatkan berbagai perangkat daerah bersama aparat keamanan. Langkah itu merupakan bentuk antisipasi agar situasi di Kota Bogor tetap kondusif selama pertandingan berlangsung.

"Kami akan koordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota. Kemudian ada Tim Tangkas Kota Bogor gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, BPBD dan Dinas Sosial. Kami coba lakukan patroli di titik-titik rawan yang biasa terjadi bentrokan, termasuk di ruas-ruas jalan perkotaan," kata Jenal, Selasa (4/8/2026). 

Dia menegaskan, pengamanan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Karena itu, koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Polri dan TNI, menjadi bagian penting dalam penyusunan pola pengamanan.

"Ini tentu membutuhkan koordinasi dengan Forkopimda. Kami tidak mungkin sendiri. Saya berkomunikasi dengan kepolisian dan TNI," tegasnya.

Jenal menjelaskan, hingga kini jumlah personel yang akan diterjunkan belum ditetapkan. Menurutnya, kebutuhan personel akan disesuaikan dengan hasil pemetaan potensi kerawanan di lapangan.

"Kalau di SK Tim Tangkas itu ada jumlah personelnya. Saya belum baca berapa jumlahnya, tapi yang pasti sesuai kebutuhan. Saya belum berani menyebutkan jumlahnya karena ini melibatkan Forkopimda, kepolisian dan TNI. Nanti kami lihat dulu peta risikonya seperti apa," jelasnya.

Jenal memaparkan, delain menyiapkan pengamanan, dirinya mengajak seluruh pendukung Persib maupun Persija untuk menjadikan pertandingan sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan memicu permusuhan. Terlebih, laga berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Imbauannya, kami ini sesama warga negara Indonesia, cinta NKRI, apalagi sekarang suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Siapa pun pemenangnya, kalian tetap bangsa Indonesia, warga negara Indonesia, dan harus tetap saling mencintai, saling menghargai. Rasa persaudaraan harus tetap tinggi," paparnya.

Jenal membeberkan, sepak bola semestinya menjadi wadah untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas sekaligus memperkuat persatuan masyarakat, bukan menjadi alasan terjadinya bentrokan antarsuporter.

"Event sepak bola bukan sekadar mencari siapa pemenang, tetapi juga menjadi sarana melahirkan kualitas-kualitas pemain terbaik dari putra-putri Indonesia," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani