Tanggapi Pengajuan Layanan Daycare Ramah Anak dari Buruh, Ini Langkah yang Bakal Dilakukan Ngatiyana
Permasalahan kualitas dan kesejahteraan hidup anak buruh di Kota Cimahi jadi sorotan Plt Wali Kota Ngatiyana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Permasalahan kualitas dan kesejahteraan hidup anak buruh di Kota Cimahi kini tengah menjadi persoalan serius sejumlah pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengaku miris dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya menyetujui tersedianya layanan Daycare Ramah Anak sesuai dengan permohonan para buruh yang tergabung dalam PC FPPB KASBI beberapa waktu lalu.
"Dukungan dalam penyelenggaraan layanan Daycare Ramah Anak bakal dikoordinasikan dengan sejumlah dinas di jajaran Pemkot Cimahi, termasuk stakeholders lain seperti perusahaan, akademisi dan komunitas," katanya.
Baca Juga: Chico Aura Dwi Wardoyo Persembahkan Gelar BWF Perdana untuk Papua
Kendati demikian, ia menyebut, agar layanan Daycare Ramah Anak tersebut bisa terselenggara dibutuhkan lahan, sarana dan prasarana, termasuk pengasuh anak yang berkompeten.
"Itu membutuhkan persiapan dan tentu saja tidak dapat segera terwujud dalam tahun ini karena berkaitan dengan anggaran yang telah ditetapkan dan berjalan di tahun ini," sebutnya.
Ia berharap, perusahaan-perusahaan menyediakan lahan dan fasilitas daycare menggunakan dana CSR. Menurutnya, apabila di kota Cimahi ada aturan yang mensyaratkan pendirian sebuah perusahaan diwajibkan mendirikan daycare/TPA tentu akan sangat memberikan kontribusi besar.
Baca Juga: Iduladha, Pemprov Jabar Serahkan Bantuan Sapi Satu Ton
"Dalam peningkatan kualitas hidup anak dan pencegahan stunting yang saat ini menjadi program dan focus utama Indonesia. Cimahi adalah kota yang tidak memiliki PAD dari sumber daya alam. Pendapatan Kota Cimahi mengandalkan industry yang berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja untuk dapat berkelanjutan," bebernya.
Sebagai langkah awal, jelas dia, pihaknya meminta jajaran dinas terkait untuk melakukan rapat koordinasi dengan perusahaan-perusahaan di kota Cimahi dan meminta Dinas Tenaga Kerja untuk mendata jumlah perempuan buruh di kota Cimahi.
"Menilik pada tujuan adanya layanan daycare kawasan ramah anak di kawasan industri, kualitas hidup dari anak-anak keluarga buruh/ pekerja meningkat, dimasa mendatang menjadi potensi dan aset negara dan bukan beban negara. Indonesia emas 2045," jelasnya.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Penelope Disick ke-10 Tahun, Kourtney Kardashian Siapkan Pesta Serba Pink!
"Kualitas dan performa kerja perempuan buruh/pekerja di perusahaan meningkat. Wujud konkret partisipasi dunia usaha dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


