Target Menteri PUPR Akan Tol Cisumdawu Kemungkinan Besar Meleset, Ini Kata Daddy Rohanady...

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, tuntas dan dapat beroperasi penuh pada akhir Februari ini besar kemungkinan meleset.

Target Menteri PUPR Akan Tol Cisumdawu Kemungkinan Besar Meleset, Ini Kata Daddy Rohanady...
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, tuntas dan dapat beroperasi penuh pada akhir Februari ini besar kemungkinan meleset.

INILAHKORAN, Bandung – Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, tuntas dan dapat beroperasi penuh pada akhir Februari ini besar kemungkinan meleset.

Mengingat Februari tinggal menyisakan satu hari lagi menuju Maret, sementara Seksi 5 yang tengah digarap oleh kontraktor tak kunjung usai, karena masih dalam tahap pengerjaan akses main road, jembatan, bahu jalan dan pengurugan.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan apa yang terjadi sekarang sesuai dengan prediksinya. Sebab menurutnya, sangat sulit merealisasikan pembangunan infrastruktur skala besar hanya dalam jangka waktu satu atau dua bulan. Terlebih kondisi geografis daerah, turut memengaruhi akselerasi pembangunan.

“Saya melihat kondisi di lapangan, makanya saya berani prediksi bahwa ini tidak mungkin terealisasi (selesai di akhir Februari). De facto, sampai hari ini dan besok terakhir di Februari. Mana mungkin satu hari selesai, jadi realistis,” ujarnya kepada INILAHKORAN, Senin (27/2/2023).

Demikian pula ketika pelaksanaan lebaran di akhir April nanti, yang dinilainya juga tidak memungkinkan Tol Cisumdawu dapat beroperasi secara penuh. Mengingat pada saat ini faktor cuaca turut menjadi pertimbangan, menilik kemungkinan ruas tol tersebut akan selesai.

“Spirit berikutnya merealisasikan sebelum lebaran. Kita berdoa, berhusnudzon bahwa mereka (Pemerintah Pusat) berikhtiar semaksimal mungkin merealisasikan sebelum lebaran. Saya terus terang, secara pribadi kalau toh dipaksakan untuk full operasionalnya saya pastikan belum. Mungkin untuk ujicoba bisa, tapi itu tergantung karena situasinya hujan terus. Saya kira agak berat (cepat selesai,” ucapnya.

Daddy meyakini, Tol Cisumdawu selesai dan dapat beroperasi penuh kemungkinan besar pada awal Agustus nanti, jika melihat dari situasi dan kondisi pada saat ini. Menurutnya, menyampaikan target pada saat waktu tersebut lebih realistis ketimbang dikoar-koarkan selesai akhir Februari atau sebelum lebaran nanti.

“Hitungan saya, awal Agustus baru bisa kekejar. Lebih realistis hitung-hitungannya,” kata dia.

Sebelumnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta pada pertengahan Januari silam, Basuki mengatakan pihaknya akan berupaya agar Tol Cisumdawu dapat beroperasi pada akhir Februari.

“Mudah-mudahan Cisumdawu ini secara total bisa kita operasikan pada akhir Februari tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa ruas jalan Tol Cisumdawu yang telah selesai dan beroperasi dimana sebelumnya gratis, mulai Selasa, 28 Februari 2023 akan dikenakan biaya. Sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri PUPR soal penetapan tarif yang telah diterima oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), selaku operator jalan tol.

Sedangkan seksi IV Cimalaka-Legok, Seksi V Legok-Ujung Jaya dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan belum dibuka operasionalnya, karena belum sepenuhnya tuntas.

Berikut daftar lengkap tarif Tol Cisumdawu dari pintu tol Cileunyi:

1.       Cileunyi-Jatinangor

Golongan I: Rp7.500

Golongan II: Rp11.500

Golongan III: Rp11.500

Golongan IV: Rp15.500

Golongan V: Rp15.500.

2.       Cileunyi-Pamulihan

Golongan I: Rp14.500

Golongan II: Rp22.000

Golongan III: Rp22.000

Golongan IV: Rp29.000

Golongan V: Rp29.000

3.       Cileunyi-Sumedang

Golongan I: Rp36.500

Golongan II: Rp54.500

Golongan III: Rp54.500

Golongan IV: Rp72.500

Golongan V: Rp72.500

4.       Cileunyi-Cimalaka

Golongan I: Rp41.500

Golongan II: Rp62.000

Golongan III: Rp62.000

Golongan IV: Rp83.000

Golongan V: Rp83.000

 

(Yuliantono)


Editor : JakaPermana