Teddy Ungkap Investasi Rp3.923 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan realisasi investasi Rp3.923 triliun, penyerapan 5,48 juta tenaga kerja.

Teddy Ungkap Investasi Rp3.923 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan realisasi investasi Rp3.923 triliun, penyerapan 5,48 juta tenaga kerja.

INILAHKORAN.ID – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian realisasi investasi nasional sebesar Rp3.923 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut disebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menyampaikan bahwa capaian investasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi.

“Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, mendorong nilai tambah melalui hilirisasi, serta memperluas kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia,” kata Teddy dalam unggahan tersebut.

Informasi itu disampaikan menyusul Rapat Terbatas Tim Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10). Dalam unggahan yang dikutip di Jakarta, Selasa, Teddy turut memaparkan laporan kinerja penanaman modal yang sebelumnya diserahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Nilai investasi yang masuk ke Indonesia mencapai hampir 4 ribu triliun rupiah, tepatnya senilai Rp3.923 triliun,” demikian keterangan dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet.

Investasi Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Selain nilai investasi, pemerintah juga memaparkan jumlah tenaga kerja yang tercatat dalam laporan tersebut. Investasi selama periode yang dilaporkan disebut telah menciptakan kesempatan kerja bagi 5.485.944 orang atau sekitar 5,48 juta tenaga kerja.

“Jumlah tenaga kerja yang diciptakan mencapai 5,5 juta orang, tepatnya 5.485.944 tenaga kerja,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.

Capaian penyerapan tenaga kerja itu menjadi salah satu indikator yang disoroti pemerintah dalam menjelaskan kontribusi investasi terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, dampak investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perlu dilihat bersama indikator lain, termasuk kualitas pekerjaan, tingkat upah, serta keberlanjutan kegiatan usaha.

Investasi di Luar Jawa Capai 50,6 Persen

Pemerintah juga menyoroti persebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasikan Sekretariat Kabinet, porsi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 50,6 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi yang tercatat dalam laporan pemerintah tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah lainnya.

Pemerataan investasi menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional, terutama untuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Pemerintah menempatkan penguatan investasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan ke berbagai wilayah Indonesia.***


Editor : JakaPermana