Tentang Perjuangan, Harapan, dan Air Mata

TERNYATA, Ada cerita lain yang tak selalu tertangkap kamera di balik perjuangan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia.

Tentang Perjuangan, Harapan, dan Air Mata
Foto: INILAH/ADAM HUSEIN

Tak banyak yang tahu tentang keluarga yang diam-diam menyimpan doa, suporter yang rela menempuh perjalanan jauh, hingga para pemain yang harus mengesampingkan berbagai hal demi satu tujuan: membawa Indonesia melangkah lebih jauh.

Cerita-cerita itulah yang coba dihadirkan dalam film dokumenter Timnas Indonesia bertajuk The Longest Wait.

Bukan sekadar merekam perjalanan skuad Garuda dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, film ini mengajak penonton melihat sepak bola dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Bahwa di balik seragam tim nasional, ada manusia biasa dengan perjuangan, pengorbanan, dan mimpi yang begitu besar.

Suasana haru pun terasa ketika film tersebut diputar dalam rangkaian roadshow di CGV Paris Van Java (PVJ) Mall, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (31/10).

Bagi gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menyaksikan film yang turut mengabadikan perjalanan dirinya bersama skuad Garuda menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Ada perasaan istimewa ketika melihat kembali berbagai momen yang telah dilalui bersama rekan-rekan setim.

Kenangan tentang perjuangan, kebersamaan, dan berbagai pengalaman selama membela Merah Putih seolah kembali hadir di hadapannya.

“Bagi saya, bisa melihatnya secara langsung sekarang dan menjadi bagian dari semua ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Saya bersyukur atas semua pengalaman yang telah kami lalui.

Meskipun begitu, masih ada sedikit rasa kesal juga,” kata Thom sembari tertawa.

Namun, bagi Thom, The Longest Wait bukan hanya tentang mengenang pertandingan atau mengabadikan perjalanan sebuah tim. Ada pesan yang lebih besar yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Ia ingin publik mengenal para pemain lebih dekat. Tidak hanya melihat mereka sebagai sosok yang berjuang selama 90 menit di lapangan, tetapi juga memahami cerita, komitmen, dan pengalaman yang membentuk perjalanan mereka.

“Saya pikir tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan hal tersebut kepada semua orang. Kami ingin memperlihatkan komitmen yang kami miliki, cerita di balik kehidupan para pemain, berbagai pengalaman yang kami lalui, serta semua hal yang ingin kami bagikan kepada para suporter. Jadi, menurut saya, itulah hal yang paling penting,” tuturnya.

Cerita dalam The Longest Wait rupanya tidak hanya menyentuh mereka yang sedang menjalani perjalanan bersama Timnas Indonesia. Bagi mantan pemain nasional, film ini juga menyimpan pesan penting bagi generasi muda yang tengah merintis mimpi di dunia sepak bola.

Legenda Timnas Indonesia, Zaenal Arif, mengaku sangat mengapresiasi kehadiran dokumenter tersebut. Bahkan, sepanjang perjalanan kariernya di dunia sepak bola hingga memutuskan gantung sepatu, ia mengaku belum pernah menyaksikan proyek dokumenter dengan pendekatan serupa.

Menurut Zaenal, film ini bisa menjadi sumber motivasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional dan suatu hari mengenakan seragam Timnas Indonesia.

“Saya apresiasi banget. Ini film yang sangat bisa menjadi motivasi buat para pemain muda yang selama ini ingin merintis karier di dunia profesional, bahkan nanti ke level yang lebih tinggi, yakni Timnas,” ujar Zaenal.

(muhammad ginanjar)


Editor : Inilahkoran