Terima Rekomendasi Bencana dari Badan Geologi, BPBD KBB Ungkap Hasil Kajiannya

Badan Geologi telah melakukan kajian lapangan terkait bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cilengsar RT 04 Desa Sukaresmi dan di Kampung Tarikolot RT 03 Desa Cibitung Rongga KBB

Terima Rekomendasi Bencana dari Badan Geologi, BPBD KBB Ungkap Hasil Kajiannya

INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menerima rekomendasi terkait kejadian bencana yang sempat terjadi di wilayah KBB dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Badan Geologi.

Sebelumnya, Badan Geologi telah melakukan kajian lapangan terkait bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cilengsar RT 04/09, Desa Sukaresmi dan di Kampung Tarikolot RT 03/04, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga.

"Surat Nomor 1460/45/BGL.V/2019 itu tentang Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah di Kecamatan Rongga dari Badan Geologi sudah kami terima," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB Jarot Prasetyo, Kamis 22 Juni 2023.

"Salah satu opsinya adalah dilakukan relokasi bangunan," sambungnya.

Jarot menuturkan, bencana alam pergerakan tanah di Kampung Cilengsar  RT 04/09, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, terjadi pada Rabu 15 Mei 2019 lalu pasca diguyur hujan deras di wilayah tersebut. 

"Akibatnya, tanah longsor nendatan, amblesan, serta rombakan kecil dengan lebar 1-3 meter sepanjang saluran air," tuturnya.

Jarot menyebut, bencana tersebut mengakibatkan satu rumah rusak berat dan sudah dihancurkan, dua rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, satu mushola rusak, dan badan jalan nendat sepanjang 44 meter. 

Menurutnya, jenis pergerakan tanah yang timbul adalah berupa rayapan yang dicirikan dari timbulnya amblesan tanah. 

"Faktor penyebab terjadi gerakan tanah karena kemiringan lereng yang curam, tanah pelapukan tebal yang bersifat poros dan jenuh air, lahan persawahan yang luas dan terletak di lereng, serta curah hujan yang tinggi," tuturnya.

Lebih lanjut Jarot menjelaskan,  wilayah Desa Sukaresmi terletak pada zona kerentanan gerakan tanah rendah. 

"Artinya di daerah tersebut jarang terjadi gerakan tanah jika tidak mengalami gangguan pada lereng," jelasnya. 

Jarot menyebut, gerakan tanah berdimensi kecil mungkin dapat terjadi terutama pada tebing lembah (alur) sungai. 

"Atas hal tersebut rekomendasi teknis dari Badan Geologi adalah agar masyarakat di sana agar tidak bermukim di dekat tebing terjal, serta merelokasi bangunan yang rusak berat akibat pergerakan tanah," sebutnya.

Sedangkan untuk bencana pergerakan tanah di Kampung Tarikolot RT 03/04, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga, lanjut Jarot, disebabkan intensitas hujan yang tinggi di kawasan tersebut. 

Kendati demikian, dari rekomendasi teknis tidak perlu dilakukan relokasi terhadap permukimannya. Meski ada 25 rumah rusak retak-retak dan empat rumah rusak berat. 

"Rekomendasinya adalah pembuatan saluran air, penghijauan, dan penutupan retakan yang muncul. Tapi, saat hujan deras turun masyarakat diminta tetap waspada," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti