Terjunkan 39 Atlet untuk Berlaga di PON Aceh-Sumut 2024, KONI Kota Cimahi Akui Banyak Atlet yang Pilih Bela Kota/Kabupaten Lain

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi memastikan bakal menerjunkan 39 atlet dari berbagai cabang olahraga (Cabor) untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.

Terjunkan 39 Atlet untuk Berlaga di PON Aceh-Sumut 2024, KONI Kota Cimahi Akui Banyak Atlet yang Pilih Bela Kota/Kabupaten Lain
Ketum KONI Kota Cimahi Aris Permono

INILAHKORAN, Cimahi - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi memastikan bakal menerjunkan 39 atlet dari berbagai cabang olahraga (Cabor) untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.

Kendati demikian, KONI Kota Cimahi mengakui ada beberapa atlet yang gagal dalam babak kualifikasi (BK) PON Aceh-Sumut 2024. Namun, lolos untuk mewakili provinsi-provinsi lain.

"Ada beberapa atlet kita yang gagal saat BK PON Aceh-Sumut 2024, sehingga tidak dapat mewakili Jabar. Tapi, menariknya mereka malah lolos dan mewakili provinsi-provinsi lain," kata Ketua Umum KONI Kota Cimahi, Aris Permono kepada wartawan.

Aris menyebut, hal itu merupakan prestasi yang luar biasa dan tidak mungkin pihaknya bisa menahan mereka untuk membela provinsi lain lantaran khawatir prestasinya menurun.

"Olahraga sudah menjadi industri, sehingga kebanyakan orang tua lebih melihat kota/kabupaten yang berani membayar lebih besar mengingat minimnya anggaran di Kota Cimahi,"  sebutnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun dihadapkan pada kendala kesulitan mendapatkan atlet lantaran adanya atlet yang berpindah untuk membela kota/kabupaten lain.

"Kami sudah berupaya agar mereka berjuang untuk mengharumkan nama Kota Cimahi," ucapnya.

Namun, jelas Aris, lantaran persoalan materi membuat para atlet lebih memilih untuk berjuang untuk kabupaten/kota lain.

"Jadi, karena kota/kabupaten yang kebetulan hibahnya itu besar membuat atlet Porprov kemarin banyak yang diculik dengan iming-iming nilai materi tinggi," jelasnya.

Imbasnya, sambung Aris, pihaknya tidak bisa mempertahankan para atlet lantaran mereka memiliki hak untuk mendapatkan kesejahteraan.

"Kami juga tidak bisa melawan materi yang diberikan kota/kabupaten yang mempunyai biaya banyak. Jadi, kami terpaksa melepas mereka dan sekitar 20 persen atlet Kota Cimahi itu kini hilang," terangnya.

Kendati begitu, ungkap Aris, pihaknya pun terus mencoba melakukan pendekatan ideologi daerah, seperti dengan melakukan silaturahmi kepada orangtuanya baik itu atlet SD, SMP dan SMA agar berjuang untuk Cimahi.

"Alhamdulillah, 85 persen bisa kita pertahankan, namun 20 persen lainnya sudah lepas. Tapi, saya akan coba dengan kawan-kawan untuk tetap meningkatkan prestasi para atlet," ungkapnya.

"Contoh, primadona dayung untuk persiapan PON, terakhir waktu BK itu 8 medali emas untuk di Cimahi," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti