Terlalu Lama Duduk Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Dampak dan Cara Menguranginya

Terlalu lama duduk dapat memicu nyeri punggung, otot melemah hingga meningkatkan risiko penyakit. Simak dampak dan cara mengurangi waktu duduk.

Terlalu Lama Duduk Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Dampak dan Cara Menguranginya
Terlalu lama duduk dapat memicu nyeri punggung, otot melemah hingga meningkatkan risiko penyakit.

INILAHKORAN.ID - duduk dalam waktu lama mungkin menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, terutama bagi orang yang bekerja di depan komputer atau banyak menghabiskan waktu menggunakan ponsel.

Namun, terlalu lama duduk dan minim bergerak dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Kebiasaan tersebut dikaitkan dengan melemahnya otot, nyeri punggung, hingga meningkatnya risiko sejumlah masalah kesehatan.

Saat tubuh terlalu lama berada dalam posisi duduk, otot kaki dan bokong menjadi kurang aktif. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat otot melemah sehingga aktivitas sederhana seperti berdiri, berjalan atau naik tangga terasa lebih berat.

Posisi duduk yang sama dalam waktu lama juga dapat menyebabkan pinggul, leher dan bahu menjadi kaku, terutama jika dilakukan dengan postur membungkuk. Tekanan pada bagian bawah punggung pun dapat meningkat dan memicu rasa nyeri.

Dampak terlalu lama duduk tidak hanya dirasakan pada otot dan persendian. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat membuat aliran darah ke kaki kurang optimal sehingga kaki terasa berat atau mengalami pembengkakan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan terlalu banyak duduk juga dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta sejumlah gangguan kesehatan lainnya.

Gaya hidup yang minim aktivitas juga dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental.

Karena itu, mengurangi waktu duduk menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tubuh tetap aktif. Namun, upaya tersebut tidak harus dilakukan dengan olahraga berat.

Salah satu cara sederhana adalah menyelipkan aktivitas singkat di antara waktu duduk. Misalnya dengan berjalan selama beberapa menit, melakukan peregangan, mengambil air minum atau sekadar bergerak di sekitar ruangan.

Aktivitas ringan secara berkala juga dapat membantu tubuh tetap aktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ringan selama sekitar 1,5 hingga 5 menit setiap 20–30 menit duduk dapat membantu menjaga metabolisme gula darah.

Selain mengurangi durasi duduk, postur tubuh juga perlu diperhatikan. Saat duduk, usahakan kepala tetap tegak, bahu rileks, punggung berada dalam posisi netral dan kedua kaki menapak di lantai.

Bagi orang yang pekerjaannya mengharuskan duduk selama berjam-jam, sebaiknya tidak menunggu sampai tubuh terasa pegal untuk bergerak.

Memberikan jeda secara rutin untuk berdiri, berjalan atau melakukan peregangan lebih baik daripada duduk terus-menerus kemudian hanya mengandalkan olahraga sesekali.

Intinya, yang perlu dihindari bukan sekadar duduk, melainkan terlalu lama diam dalam satu posisi.

Kebiasaan sederhana seperti berdiri, berjalan dan melakukan peregangan secara berkala dapat menjadi langkah mudah untuk menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari.

Sumber: Verywell Health.


Editor : Ahmad Sayuti