Terminal Cicaheum Kosong, Tak Lagi Layani Bus AKAP dan AKDP

Terminal Cicaheum, Kota Bandung tidak lagi melayani keberangkatan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP).

Terminal Cicaheum Kosong, Tak Lagi Layani Bus AKAP dan AKDP
Terminal Cicaheum, Kota Bandung tidak lagi melayani keberangkatan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP).

INILAHKORAN.ID - Terminal Cicaheum, Kota Bandung tidak lagi melayani keberangkatan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP). Seluruh layanan, telah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang sejak 25 Mei 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan depo bus rapid transit (BRT).

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi mengatakan, kondisi terminal saat ini sudah tidak lagi dipenuhi armada bus. Seluruh area keberangkatan kini kosong, karena seluruh operasional telah dipusatkan di Terminal Leuwipanjang.

"Kondisi Terminal Cicaheum saat ini bisa dilihat lapangan sudah kosong, tidak ada armada. Seluruh armada, baik AKAP maupun AKDP mulai tanggal 25 Mei sudah kami alihkan ke Terminal Leuwipanjang. Jadi Terminal Cicaheum sudah tidak ada pemberangkatan awal, seluruh titik pemberangkatan ada di Terminal Leuwipanjang," kata Asep Supriyadi, Jumat (26/6/2026).

Sebelum pengalihan dilakukan, Terminal Cicaheum melayani rata-rata 84 hingga 100 keberangkatan bus setiap hari. Seluruh armada tersebut, kini beroperasi dari Terminal Leuwipanjang. "Rata-rata keberangkatan sebelumnya sekitar 84 sampai 100 bus per hari. Semuanya sudah kami alihkan ke Terminal Leuwipanjang, baik AKAP maupun AKDP," ucapnya.

Dengan selesainya proses pengosongan terminal, pengelola kini menunggu tahapan pembangunan depo BRT. Namun sebelum pembangunan dimulai, penyelesaian kompensasi kepada para pedagang menjadi salah satu proses yang harus dituntaskan.

"Kalau seluruh proses sudah selesai, termasuk kompensasi kepada pedagang terminal, selanjutnya tinggal menunggu pembangunan depo BRT," ujar dia.

Di sisi lain, pengelola Terminal Cicaheum masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi datang ke terminal mencari layanan bus antarkota. Sosialisasi, dilakukan secara berkala setiap satu hingga dua jam sekali.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada penumpang yang datang ke sini, agar mengetahui bahwa seluruh armada di Terminal Cicaheum sudah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang," jelasnya.

Asep menambahkan, pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengembangan BRT. Sistem transportasi massal tersebut, diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, aman dan nyaman sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Kota Bandung.

"Kami selaku petugas terminal mendukung penuh program pemerintah. Harapannya, BRT menjadi transportasi massal yang terintegrasi, meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, membantu mengurai kemacetan serta mendukung kualitas lingkungan. Mudah-mudahan masyarakat Kota Bandung juga mendukung program ini demi kebaikan bersama," tandas dia.***


Editor : JakaPermana