INILAHKORAN, Ngamprah - Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat sejak siang hari mengakibatkan terjadinya banjir bandang di enam titik di Kecamatan Ngamprah.
Camat Ngamprah, Agnes Virganty mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi menerjang sedikitnya enam titik, antara lain Desa Cilame, Desa Margajaya, Desa Tanimulya, Desa Pakuhaji, Desa Gadobangkong dan Desa Cimareme.
Kendati begitu, Agnes begitu bersyukur lantaran pemerintah merespon cepat terkait bencana alam yang terjadi di wilayahnya.
"Pemerintah daerah hadir untuk menangani dari Damkar KBB untuk sedot genangan air dan Kalak BPBD KBB juga menawarkan tenda untuk pengungsian," tuturnya.
Ia menjelaskan, lantaran banjir bandang tersebut terjadi pada sore hari, maka warga bisa langsung mengambil langkah antisipasi.
"Alhamdulillah respon masyarakat cepat tanggap menangani puing-puing dan sisa bahan material," jelasnya.
"Kami berharap bencana serupa tidak kembali terjadi, namun kami tetap siap siaga," sambungnya.
Ia menyebut, banjir yang terjadi di enam titik tersebut berasal dari luapan air selokan lantaran curah hujan yang cukup tinggi.
"Semoga warga yang terkena dampak diberikan keikhlasan," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang warga
Kompleks Puri Kahuripan Residence, Wullu Hairani mengaku, kaget lantaran rumahnya pun ikut terendam akibat hujan deras yang mengguyur hampir berjam-jam tersebut.
Menurutnya, selama bertahun-tahun dirinya tinggal di kompleks tersebut namun baru kali ini terjadi banjir bandang.
"Biasanya kalau sungai meluap itu tidak sebesar kemarin. Sejak awal berdiri tahun 2015, baru sekarang kompleks ini diterjang banjir bandang," tuturnya.
Ia menyebut, ada dua rumah yang terdampak banjir bandang lantaran di belakang ada sawah, sehingga ketika curah hujan yang tinggi saluran air di sekitarnya tidak bisa menampung debit air yang tinggi.
"Awalnya air itu rembes ke rumah warga yang ada di kompleks, namun karena temboknya masih pakai batu bata, jadi air masuk lewat celah batu bata yang mengakibatkan bocor dan berlubang lantaran belum diplester," bebernya.
Ia menjelaskan, lokasi komplek Kahuripan Residence terletak di Desa Tanimulya dan terdapat sungai yang berbatasan langsung dengan Kota Cimahi.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun barang-barang seperti kasur dan tikar juga alat elektronik yang kebetulan diletakkan di lantai yang ikut kebanjiran," tandasnya. *** (agus satia negara).***