Ternyata, Pelaku Tega Bacok Kiai Farid Ashr Waddahr di Indramayu karena Beda Pemahaman
Kiai Farid Ashr Waddahr asal Indramayu dibacok pelaku gara-gara perbedaan pemahaman agama. Keduanya saling kenal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Polisi menetapkan dan menahan seorang pria berinisial SRN (33), sebagai pelaku tunggal pembacokan Kiai Farid Ashr Waddahr dan keluarga di Kabupaten Indramayu.
SRN sendiri, memiliki motif menyerang Kiai Farid, dikarenakan berbeda pandangan soal wirid. Antara Kiai Farid dan pelaku, mereka saling kenal satu sama lain.
"(Pelaku) Kenal dengan kiai dan istrinya," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 11 Maret 2022.
Baca Juga: Polda Jabar Bantah Buka Posko untuk Korban Doni Salmanan, Begini Penjelasannya
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lingkungan Pesantren, sosok tersangka ini memang memiliki pandangan berbeda soal agama.
"Info dari masyarakat, bahwa tersangka memiliki paham yang berbeda. Diperoleh informasi (tersangka berpandangan) bahwa wirid tersebut bertentangan dengan fiqih yang ia pahami, dan itu dipahami olehnya sebagai pesugihan, itu paham keliru oleh tersangka," katanya.
SRN sendiri, kekinian masih dalam pemeriksaan kepolisian. Pada kasus ini, polisi terapkan pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun bui.
Diberitakan sebelumnya, seorang Kiai di pondok pesantren Indramayu menjadi korban pembacokan. Tak hanya satu orang, ada tiga orang lainnya termasuk istri dan santri yang jadi korban pembacokan.
Kejadian itu, terjadi, di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu pada Selasa 8 Maret 2022 malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Editor : inilahkoran


