Tertibkan Kabel Udara, Ratusan Tiang di Buah Batu Kota Bandung Segera Dipotong

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penataan infrastruktur kabel udara yang dianggap mengganggu estetika dan membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui proyek ducting kabel, ratusan tiang dan puluhan kabel melintang di atas jalan akan segera diturunkan ke bawah tanah.

Tertibkan Kabel Udara, Ratusan Tiang di Buah Batu Kota Bandung Segera Dipotong

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penataan infrastruktur kabel udara yang dianggap mengganggu estetika dan membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui proyek ducting kabel, ratusan tiang dan puluhan kabel melintang di atas jalan akan segera diturunkan ke bawah tanah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Brilyana mengatakan, proyek ducting bukan hanya soal teknis. Tetapi juga bagian dari upaya serius menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang lebih tertib dan nyaman.

"Semua ruas yang sedang dibangun ducting nya wajib dilakukan penurunan kabel. Tapi ini butuh tahapan agar tidak mengganggu layanan operator telekomunikasi," kata Yayan A Brilyana pada Jumat 3 Oktober 2025.

Salah satu fokus utama saat ini, dituturkan ia adalah kawasan Buah Batu. Di ruas jalan tersebut, terdapat sekitar 270 tiang yang akan dipotong. Jumlah itu terbilang besar karena umumnya setiap operator memiliki tiang sendiri.

Yayan menambahkan, pemerintah mendorong penerapan konsep tiang bersama agar ke depan tidak terjadi penumpukan tiang yang membuat pemandangan kota menjadi semrawut.

Selain pemotongan tiang, juga akan menurunkan sekitar 25 hingga 30 kabel dari udara ke dalam bawah tanah.

"Yang kami lakukan bukan membangun ducting baru, tapi membersihkan ducting yang sudah ada sejak lama. Target kami, akhir Oktober semua kabel di ruas Buah Batu sudah masuk ke bawah," ucapnya.

Kata ia, penataan kabel tidak hanya dilakukan di Buah Batu. Sejumlah ruas lain seperti Jalan Dago dan Riau sudah lebih dulu ditangani. Saat ini, pekerjaan juga sedang berlangsung di Jalan Riau pendek, tepatnya dari sekitar rumah sakit hingga arah Wastukencana dan akan dilanjutkan ke Jalan Aceh.

Meski proyek tersebut menyentuh fasilitas umum seperti trotoar, Yayan memastikan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa pembongkaran besar-besaran. "Ducting itu sudah ada di bawah trotoar. Kami hanya bersihkan bak kontrol. Trotoar juga harus dikembalikan seperti semula sesuai Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota," ujar dia.

Ia juga menyoroti keberadaan kabel-kabel yang sudah tidak aktif atau disebut kabel mati. Pihaknya meminta para operator untuk segera membersihkan kabel-kabel tersebut, karena menambah kekacauan visual dan tidak memiliki fungsi.

"Kalau kabelnya sudah tidak aktif, jangan dibiarkan menggantung. Di bawah tanah nanti tidak akan ada kabel mati, karena operator wajib bayar sewa dan maintenance," jelasnya.

Meski untuk saat ini proyek ducting baru menyasar jalan-jalan utama, langkah tersebut dinilai sebagai tahap awal penting menuju penataan infrastruktur kota yang lebih luas.

"Proyek ini menjadi bukti bahwa penataan visual kota tidak hanya soal taman dan trotoar. Tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur utilitas seperti kabel bisa tertata rapi demi wajah kota yang bersih, aman dan modern," tandas dia. *


Editor : Ahmad Sayuti