Terulang Lagi, Puluhan Warga Desa Sukajaya Lembang Terima Beras Tak Layak Konsumsi

Sebanyak puluhan warga Desa Sukajaya Lembang harus kecewa. Pasalnya, mereka menerima bantuan beras tak layak konsumsi.

Terulang Lagi, Puluhan Warga Desa Sukajaya Lembang Terima Beras Tak Layak Konsumsi
Terulang lagi, puluhan warga Desa Sukajaya Lembang menerima beras tak layak konsumsi.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak puluhan warga Desa Sukajaya Lembang harus kecewa. Pasalnya, mereka menerima bantuan beras tak layak konsumsi.

Bantuan beras tak layak konsumsi merupakan salah satu jenis Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima puluhan warga Desa Sukajaya Lembang.

Produk beras tak layak konsumsi itu karena berwarna kuning, berdebu, dan terdapat banyak menir (bubuk beras). Padahal, pada bantuan sebelumnya, puluhan warga Desa Sukajaya Lembang menerikan beras dalam kemasan karung yang relatif bagus dan bermerek.

Baca Juga: Bansos BPNT Kartu Sembako: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar di Link cekbansos.kemensos.go.id

Salah seorang penerima BPNT, Wina Cahyani (27) warga Kampung Pamecelan RT 04/RW 06 Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengatakan bantuan itu diterima Rabu 5 Januari 2022 lalu.

"Kalau kemarin pada waktu suami saya ngambil, beras itu warnanya kuning, banyak pasir dan debu, bahkan banyak menir (bubuk beras). Jadi mirip kaya beras Bulog," kata Wina saat ditemui, Jumat 7 Januari 2022.

Dia mengaku, keluarganya baru mendapatkan bansos sebanyak dua kali. Bantuan beras tak layak konsumsi itu baru didapatinya saat periode kedua ini.

Baca Juga: Kunjungi Web cekbansos.kemensos.go.id untuk Melihat Data yang Bisa Mencairkan Bansos PKH Tahun 2022

"Saya ngambil sembako BPNT yang gak layak ini hari Rabu kemarin," ujarnya.

Dia menyebut, di RT 04 hampir semua warganya mendapatkan BPNT berupa beras tak layak konsumsi. Sedangka, untuk jenis lain dalam bantuan sembako itu kondisinya bagus.

Tak hanya itu, lanjut dia, para warga banyak yang mengeluh dan komplain lantaran salah satu jenis dalam bantuan itu diganti dengan ikan.

Sementara itu, Ketua RW 06 Kampung Pamecelan Yana Suryana membenarkan adanya laporan terkait beras tak layak konsumsi.

Baca Juga: Dua Hari Lagi Kena Blokir Lho Bund! Buruan Cairkan Bansos PKH dan BPNT dari Kemensos

"Kenapa beras bantuan sekarang itu jelek. Kita juga ingin melakukan konfirmasi kepada pihak mana kita harus melaporkan," ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan ini BPNT PPKM karena ini berbeda dengan bantuan sebelumnya yang ada label atau cap pada kemasan berasnya. Sementara, kalau BPNT yang diterima warga sekarang tidak ada cap nya dan polos.

"Untuk sementara pihaknya belum melakukan langkah apapun guna menindaklanjuti masalah ini. Saya hanya menampung aspirasi dari masyarakat dulu," tuturnya.

"Mungkin masyarakat tidak berani dan baru sebatas obrolan. Untuk yang melaporkan sudah ada empat orang," sambungnya.

Baca Juga: Ternyata oh Ternyata.... Ini Penyebab Bansos PKH dan BPNT Belum Cair-cair Padahal Sudah Akhir Tahun 2021

Dia menyebut, ada sekitar 42 warganya yang mendapat BPNT, awalnya ada 36 orang, lalu ada penambahan sebanyak 7 orang.

"Kalau untuk item yang lain sejauh ini aman, namun ada pengurangan atau penggantian item. Sedangkan untuk takaran rata-rata sekitar 9 kg, namun untuk yang lain tidak semua rata dan kalau diuangkan paket ini sebesar Rp200 ribu" sebutnya.

Dia menambahkan, jika memungkinkan pihaknya akan menindaklanjuti ke pihak terkait guna mendapatkan solusi masalah tersebut.

Baca Juga: Dua Jenis Bansos yang Masih Cair hingga Akhir Tahun 2021, Bisa Dapat Dua-duanya!

"Kita pun meminta kepada pihak terkait kalau memberikan bantuan ke masyarakat kecil yang benar dan harus sesuai," tandasnya.

Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, saat melakukan penimbangan ulang, beras BPNT yang diterima warga itu pun ditemukan kurang dari 9 kg. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran