Tetap Berlangsung, MTQ XLIII Garut Digelar Sederhana dengan Prokes
Kendati sempat dipastikan dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan anggaran pembiayaan dikembalikan ke kas daerah, MTQ XLIII tetap digelar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Kendati sempat dipastikan dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan anggaran pembiayaan dikembalikan ke kas daerah, kegiatan MTQ XLIII tetap digelar.
Namun, tak seperti biasanya MTQ XLIII pada 2021 yang dipusatkan di Kecamatan Kersamanah tersebut diselenggarakan secara sederhana dan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Tak ada kemeriahan pawai ta'aruf para kafilah perserta MTQ dari kecamatan-kecamatan. Jumlah kafilah dari setiap kecamatan pun dibatasi dengan memprioritaskan peserta lomba.
Baca Juga: Ratusan Massa Tuntut Rudy Gunawan dan Helmi Budiman Mundur dari Kursi Bupati-Wabut Garut
Kegiatan lomba per cabang dikonsentrasikan di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Kersamanah, dan masjid lain sekitarnya. Itu pun tidak semuanya berlangsung secara tatap muka.
"Memang, tadinya enggak akan digelar terutama karena pandemi. Tetapi ternyata perkembangan Covid-19 relatif tak terlalu mengkhawatirkan. Makanya kita upayakan MTQ dilaksanakan karena ini kan tak kalah penting sebagai syiar Islam. Tapi dilaksanakannya secara sederhana, dan tetap dengan protokol kesehatan ketat," kata Seda Garut Nurdin Yana, Minggu 14 November 2021.
Menuruntnya, untuk kegiatan MTQ tersebut maka dana penyelenggaraan MTQ yang sebelumnya sempat dikembalikan ke kas daerah diusulkan lagi di perubahan APBD dengan besaran tidak seperti sebelumnya. Hanya berkisar Rp390 juta. Sedangkan anggaran lain yang juga sudah dikembalikan ke kas daerah, yaitu dana penyelenggaraan ibadah haji, tidak ditarik lagi melainkan diusulkan untuk tahun mendatang.
Baca Juga: Waspada! Kasus Aktif Covid-19 di Garut Naik Lagi Jadi 18 Kasus
Sedangkan mengenai pembiayaan MTQ dari setiap kecamatan, lanjut Nurdin, lebih mengandalkan partisipasi masyarakat yang diapresiasinya cukup tinggi. Sebab, dana MTQ dialokasikan di setiap kecamatan sebelumnya sudah terkena refocusing untuk penanganan Covid-19 berupa pengadaan oksigen dan perangkatnya.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


