Tiap Tahun Banjir Rob, Desa Ambulu Terancam Tenggelam
Desa Ambulu Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon terancam tenggelam. Penyebabnya nya adalah banjir rob yang terjadi disetiap tahun. Ironisnya, sampai saat ini belum ada solusi kini konkret dari Pemkab Cirebon untuk mengatasi masalah tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, cirebon - desa ambulu Kecamatan Losari, Kabupaten cirebon terancam tenggelam. Penyebabnya nya adalah banjir rob yang terjadi disetiap tahun. Ironisnya, sampai saat ini belum ada solusi kini konkret dari Pemkab cirebon untuk mengatasi masalah tersebut.
Hal itu terungkap saat Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten cirebon, menggelar audiensi dengan masyarakat desa ambulu, BBWS, DPUTR, DLH, BPBD terkait dengan bencana banjir rob.
Camat Losari, H Muklas MM menjelaskan sebetulnya banjir rob tidak hanya menimpa Ambulu. Ada desa lainnya yang kerap terdampak. Sebut saja, Desa Kalisari, Tawangsari dan Kalirahayu. Desa-desa itu kerap terendam. Wilayahnya berbatasan langsung dengan bibir pantai.
"Selain perumahan warga, ada juga wilayah pertanian. Tapi, ketika terjadi banjir rob, tanaman pertanian rusak. Tidak ada yang tersisa. Kalau habis banjir rob, airnya asin," ungkapnya, Senin 4 Agustus 2025.
Dia mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Hal itu karena penanganannya bukan menjadi kewenangan kecamatan. Dia justru mempertanyakan, solusi apa yang harus dilakukan. Masalahnya, sampai saat ini setiap tahun banjir rob terus terjadi.
Sementara itu, Kabid SDA DPUTR, Reza Fauzi menjelaskan sebetulnya PUTR dengan BBWS pernah berupaya, untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Caranya dengan menormalisasi sungai dan membuat tembok penahan.
Sementara pembuatan tanggul, menjadi kewenangan BBWS.
"Untuk normalisasi, sebetulnya sudah akan dilakukan. Dulu, dimasa Pj Bupati. Hanya saja, kami mengalami kendala. Terkait mobilisasi alat beratnya," katanya.
Sementara itu Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten cirebon, Anton Maulana mengaku, persoalan di Ambulu sebetulnya semua instansi bisa masuk. Mulai dari DPUTR, BBWS maupun pemerintah pusat. Anton meminta, ada solusi konkret.
Kalau dibiarkan akunya, kerugian yang ditimbulkan dari sektor pertanian saja, bisa ratusan juta setiap tahunnya. Sementara penanganan banjir rob, setiap tahun ada. Hanya saja, tidak selesai seratus persen.
"Komisi III dalam waktu dekat akan mengkomunikasikan dengan Bapelitbangda, DPUTR, BBWS untuk menyelesaikan banjir rob disana," terangnya.
Dia menambahkan, komisi III juga akan menjadwalkan untuk berkunjung ke Kementerian. Hal itu karena kewenangannya memang ada di kementerian. Ini supaya penyelesaiannya tidak setengah-setengah. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

