Tidak Ada Pasien Positif Dirawat di RS Garut

Hingga kini tidak ada pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Garut. Mereka yang dirawat hanyalah pasien suspek.

Tidak Ada Pasien Positif Dirawat di RS Garut
Tingkat BOR di RSUD Dr Slamet Garut meningkat seiring naiknya kasus aktif Covid-19 beberapa hari terakhir di Garut.

INILAHKORAN, Garut - Kendati tingkat keterisian tempat tidur  atau Bed Occuvancy Rate (BOR) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Garut masih menyisakan sekitar 3,48 persen, namun mereka bukanlah pasien positif Covid-19.

"Alhamdulillah ! Tidak ada pasien KC (konfirmasi positif Covid-19). Mudah-mudahan enggak ada seterusnya. Yang ada itu suspek," kata Humas RS Umum Daerah dr Slamet Garut Cecep Ridwan, Rabu 22 Desember 2021.

Data Dinas Kesehatan Garut dilansir Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat menunjukkan, per 22 Desember 2021 pukul 15.00 WIB, dari sebanyak 115 tempat tidur tersedia di sebanyak tujuh rumah sakit rujukan kasus Covid-19 di Garut, hanya empat unit di antaranya terisi. Persentasenya mencapai sebanyak 3,48 persen.

Baca Juga: Tak Boleh Ada Keramaian Nataru di Garut

Dua di antaranya di RS Umum Daerah dr Slamet Garut yang menyediakan sebanyak 37 unit tempat tidur (5,41 persen), dan dua lainnya di RS Umum Nurhayati Garut yang menyediakan sebanyak 15 unit tempat tidur (13,33 persen).

Sedangkan lima rumah sakit lainnya, tak satupun merawat pasien kasus Covid-19. Baik pasien terkonfirmasi positif Covid-19 maupun suspek. Kelima rumah sakit yakni RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jawa Barat, RS Umum Tk IV Guntur, RS Umum Annisa Queen, RS umum Intan Husada, dan RS Medina.

Dua lokasi isolasi pasien kasus Covid-19 yakni Rusunawa Gandasari yang menydiakan sebanyak seratus unit tempat tidur dan Islamic Center Garut yang menyediakan sebanyak 64 unit tempat tidur, juga dalam kondisi kosong.

Baca Juga: Vaksinasi di Garut Capai 65,9 Persen

Kasus aktif Covid-19 di Garut sendiri, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut yang juga Kepala Diskominfo Garut, Muksin, hingga per 21 Desember 2021, mencapai sebanyak 13 kasus. Tak satu pun di antaranya dalam isolasi perawatan rumah sakit melainkan semuanya isolasi mandiri.

"Tidak terdapat penambahan laporan kasus terkonfirmasi Covid-19. Baik dari hasil pemeriksaan sampel RT PCR  maupun dari hasil pemeriksaan sampel Rapid Tes Antigen. Juga, tidak terdapat penambahan laporan kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai pemantauan isolasi," kata Muksin.

Menurutnya, akumulasi pasien positif Covid-19 di Garut sejak kali pertama kasus Covid-19 terdeteksi di Garut hingga kini mencapai sebanyak 24.780 orang. Akumulasi mereka yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai sebanyak 23.595 orang. Sedangkan mereka yang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19 mencapai sebanyak 1.172 orang. *** (Zainul Mukhtar)


Editor : inilahkoran