Vaksinasi di Garut Capai 65,9 Persen

Jajaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut terus mengintensifkan pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah.

Vaksinasi di Garut Capai 65,9 Persen
proses vaksinasi di Kabupaten Garut

INILAHKORAN, Garut - Jajaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut terus mengintensifkan pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah demi mewujudkan pembentukan imunitas kelompok dengan lebih mendekat pada sasaran.

Di sejumlah desa/kecamatan, guna memudahkan pelayanan maka secara khusus petugas melakukan jemput bola atau mendatangi sasaran berusia lanjut ke masing-masing tempat tinggalnya.

 Sedangkan mereka yang belum divaksin sama sekali atau baru divaksin dosis 1, mendapatkan undangan dari Satgas untuk mengikuti vaksinasi di lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga: Jalani Ritual Gaib, Dua Warga Garut Meninggal Dunia Usai Santap Daging Domba

Demi percepan capaian vaksinasi, di Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota bahkan digelar vaksinasi pada malam hari dengan disediakan jajanan penganan gratis bagi peserta vaksin.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dikutip dari keterangan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut Muksin menunjukkan, vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Garut per 18 Desember 2021 sudah mencapai sebanyak 1.302.571 orang, atau sekitar 65,9 persen dari total sasaran sebanyak 1.977.713 orang. Sedangkan vaksinasi dosis 2 sudah mencapai sebanyak 675.026 orang, atau sekitar 34,1 persen.

Khusus vaksinasi dosis 3 untuk kalangan tenaga kesehatan mencapai sebanyak 5.398 orang, atau sekitar 85,5 persen.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur KA Cibatu Garut: Menanti Titah Pemerintah

"Untuk mencapai 70 persen vaksinasi, kita tersisa sekitar enam persen lagi. Mudah-mudahan bulan Desember ini tercapai," kata Muksin, Senin 20 Desember 2021.

Kendati capaian vaksinasi terus meningkat, dalam sebuah perbincangan dengan wartawan senior Rahma Sarita di channel youtube RealitaTV belum lama ini, Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Menaldi Rasmin mengatakan, mereka yang telah divaksin masih bisa terkena varian Covid-19, dan menularkan virusnya pada orang lain.

Karenanya, dia menegaskan, cara ampuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan beragam variannya itu yakni tetap menjaga protokol kesehatan termasuk menjaga jarak sosial, dan melakukan pola gaya hidup baru.

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Naik, BOR RS di Garut Turut Naik

Menaldi yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyebutkan, virus (Covid-19) bisa berkembang selama ada tempatnya hidup yakni manusia. Sehingga penting menjaga jarak agar seseorang yang terkena virus, apalagi yang tidak bergejala, tidak menularkannya pada orang lain. *** (Zainul Mukhtar)


Editor : inilahkoran