Tiga Proyek Serentak Picu Kemacetan Cimahi, Wali dan Wakil Wali Kota Minta Maaf
Sejumlah ruas jalan utama di Kota Cimahi dilanda kemacetan parah dalam beberapa hari terakhir sebagai imbas pengerjaan tiga proyek infrastruktur vital secara be
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Sejumlah ruas jalan utama di Kota Cimahi dilanda kemacetan parah dalam beberapa hari terakhir sebagai imbas pengerjaan tiga proyek infrastruktur vital secara bersamaan.
Pembangunan Underpass Gatot Subroto, perbaikan Jembatan Pemkot di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, serta pengerjaan flyover kawasan Pusdikpom berjalan dalam periode yang berdekatan, sehingga kapasitas jalur-jalur strategis kota ikut tertekan dan arus kendaraan melambat drastis hingga terjadi penumpukan di berbagai titik.
Kondisi kemacetan yang sempat melumpuhkan mobilitas kota ini menuai sorotan luas dari pengguna jalan, baik warga Cimahi maupun pengendara yang melintas dari wilayah sekitar.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya @letkolpurn.ngatiyana.
Dalam video reels tersebut, ia menjelaskan, tumpang tindihnya jadwal ketiga proyek tersebut tidak sepenuhnya dapat dihindari, mengingat proses lelang masing-masing pekerjaan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, sehingga pelaksanaan akhirnya beririsan pada bulan Agustus 2026.
“Saya selaku pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi, baik warga Kota Cimahi maupun luar Kota Cimahi, yang mana beberapa hari yang lalu terjadi ketidaknyamanan bagi pengguna jalan selama adanya pembangunan underpass yang ada di Kota Cimahi,” kata Ngatiyana dikutip dari akun pribadinya, Sabtu (22/8/2026).
Jembatan Pemkot Harus Segera Diperbaiki, Risiko Amblas Semakin Nyata
Ngatiyana menjelaskan, salah satu pekerjaan yang tak dapat ditunda, yakni perbaikan Jembatan Pemkot di Jalan Raden Demang Hardjakusumah. Menurutnya, penanganan mendesak itu didasari kondisi jembatan yang setiap hari mengalami penurunan tanah sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter.
Jika dibiarkan, lanjut dia, risiko kerusakan parah bahkan bencana yang memakan korban sangat mungkin terjadi, sehingga pemerintah tidak memiliki pilihan lain selain menutup dan memperbaiki jembatan tersebut segera meski beririsan dengan proyek lain.
“Perbaikan tentang jembatan yang ada di Pemkot Cimahi, di situ adalah perlintasan karena setiap hari itu sudah turun kira-kira setengah senti sampai satu senti, sehingga Pemerintah Kota Cimahi memperbaiki agar tidak terjadi kerusakan, bencana, ataupun nantinya bisa memakan korban,” jelasnya.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan, Underpass Dustira Kini Dua Arah
Untuk meminimalisir kemacetan yang semakin memburuk, Pemkot Cimahi segera melakukan penyesuaian skema lalu lintas. Salah satu langkah utama adalah mengubah aturan di Underpass Sriwijaya atau Underpass Dustira dari satu arah menjadi dua arah.
"Kebijakan ini diambil untuk mengurai penumpukan kendaraan yang sebelumnya terjadi di Jalan Sriwijaya, sekaligus membagi beban arus kendaraan agar tidak terkonsentrasi di satu jalur vital," ujarnya.
Tak cuma Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira juga turut menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya @adhitiayudisthira dan menjelaskan detail penyesuaian tersebut.
“Jadi di Underpass Sriwijaya atau Underpass Dustira ini kita lakukan pemberlakuan rekayasa lalu lintas dua arah sehingga tidak seperti kemarin diberlakukan satu arah agar tidak terjadi penumpukan di Jalan Sriwijaya,” kata Adhitia.
"Setelah pemberlakuan dua arah tersebut, arus lalu lintas mulai membaik dan kemacetan berkurang secara signifikan," sambungnya.
Percepatan Pengerjaan Jembatan Pemkot, Ditargetkan Selesai Sebulan
Selain itu, Pemkot Cimahi juga berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan agar gangguan tidak berlarut-larut. Khusus untuk perbaikan Jembatan Pemkot, pihaknya menggunakan metode hydraulic static dynamic pile yang memungkinkan waktu pengerjaan jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional.
Dari target awal 90 hari kerja, kini ditargetkan selesai dan dapat dilalui kembali dalam waktu sekitar satu bulan.
“Untuk jembatan Pemkot insya Allah akan diselesaikan lebih cepat, jadi tidak 90 hari kerja tapi insya Allah di satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui lagi oleh para pengendara,” bebernya.***
Editor : JakaPermana

