Tingkat Pengolahan Sampah di Pasar Gedebage Capai 30 Ton Per Hari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung kian mengoptimalkan, penanganan sampah dengan memaksimalkan fasilitas pengolahan di Pasar Gedebage.

Tingkat Pengolahan Sampah di Pasar Gedebage Capai 30 Ton Per Hari
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung kian mengoptimalkan, penanganan sampah dengan memaksimalkan fasilitas pengolahan di Pasar Gedebage.

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung kian mengoptimalkan, penanganan sampah dengan memaksimalkan fasilitas pengolahan di Pasar Gedebage.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto menjelaskan, kapasitas pengolahan disana telah mencapai 25-30 ton. Capaian tersebut, merupakan progres yang sangat positif dan menunjukkan stabilitas operasional. 

"Progres pengolahan sampah di Pasar Gedebage sudah menunjukan angka normal. Disana sudah mampu mengolah 25 sampai 30 ton per hari meskipun tidak setiap hari mencapai 30 ton," kata Darto pada 5 September 2025.

Sambung ia, upaya tersebut merupakan bagian dari target besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.

​Darto merinci, fasilitas pengolahan di Pasar Gedebage berfokus pada sampah organik yang merupakan jenis sampah dominan dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai.

Sampah-sampah tersebut, tidak hanya berasal dari area pasar itu sendiri. Melainkan juga dikirim dari enam titik pengumpulan yang tersebar di berbagai kawasan.

"Ada enam titik yang sudah mengirimkan sampahnya ke Pasar Gedenbage. Beberapa berasal dari pasar tumpah seperti dari kawasan Cicaheum, Ujungberung, kemudian hasil penyapuan dari perempatan Gedebage sampai Cibiru dan titik lainnya," ucapnya.

Dengan strategi ini kata ia, sampah tidak lagi dibiarkan menumpuk. Melainkan langsung diolah di lokasi terdekat.

"Upaya ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat pengolahan sampah berbasis sumber, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPA dan meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkannya," ujar dia.

Darto menambahkan, hasil pengolahan seperti pupuk kompos atau produk daur ulang lainnya. Diharapkan bisa dimanfaatkan kembali, dan menciptakan siklus ekonomi baru yang berkelanjutan.***


Editor : JakaPermana