Tips Ibadah Haji dan Umrah Tetap Lancar Bagi Penderita Beser, Ini Saran dari Buya Yahya
Buya Yahya memberikan tips bagi jemaah yang sering beser saat melaksanakan ibadah haji dan umrah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Bagi sebagian jemaah haji atau umrah asal Indonesia, kondisi medis seperti beser (sering buang air kecil tanpa kontrol) bisa menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan ibadah.
Namun, menurut ulama terkemuka Buya Yahya, umat Islam tetap bisa menunaikan ibadah secara sah meskipun mengalami kondisi ini, asalkan mengikuti tata cara yang telah dibolehkan dalam syariat Islam.
Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube resminya, Buya Yahya menjelaskan bahwa penderita beser tetap diperbolehkan beribadah, termasuk salat, tawaf, hingga seluruh rangkaian haji dan umrah, dengan beberapa penyesuaian untuk menjaga kebersihan dan kesucian.
Cara Bersuci Bagi Penderita beser
Buya Yahya menyampaikan bahwa langkah pertama yang wajib dilakukan oleh jemaah yang mengalami beser adalah membersihkan diri terlebih dahulu dari najis sebelum mengambil wudhu. Setelah bersuci, disarankan menggunakan celana dalam ganda atau tambahan kain yang bisa menjaga agar air seni tidak langsung merembes keluar.
“Bagi siapa pun yang diuji oleh Allah dengan kondisi seperti beser atau keluarnya air seni secara terus-menerus, maka sebelum salat, hendaknya ia membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mengambil wudhu,” jelas Buya Yahya.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak perlu menggunakan alat penyumbat secara khusus. Cukup dengan melapisi celana dalam hingga dua lapis dan mengencangkannya dengan kain agar tidak ada rembesan langsung. Setelah semua dipastikan rapat dan bersih, barulah jemaah dapat mengambil wudhu dan melaksanakan ibadah.
Apakah Ibadahnya Tetap Sah?
Pertanyaan yang kerap muncul dari para penderita beser adalah mengenai sah atau tidaknya ibadah haji atau umrah mereka. Buya Yahya menegaskan bahwa ibadah tetap sah, selama jemaah telah berusaha menjaga kebersihan dan kesucian sebelum melaksanakan rukun-rukun utama.
“Insyaallah ibadahnya sah. Yang penting sebelum mengambil wudhu dan memulai ibadah, bersihkan diri terlebih dahulu. Karena kondisi seperti beser ini termasuk dalam kategori penyakit, maka Allah memberikan keringanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hal yang paling penting adalah menjaga kesucian khususnya saat menjalankan tawaf. “Selama Anda suci saat tawaf dan telah berupaya menjaga diri sesuai petunjuk, maka insyaallah tidak ada masalah. Allah Maha Mengerti,” tambahnya.
Editor : Firda Rachmawati

