TNI Buka Suara Bantah Isu Pengerahan Prajurit Bersenjata ke Polda Metro Jaya

TNI bantah rumor pengerahan prajurit bersenjata ke Polda Metro Jaya. Kapuspen Brigjen TNI Muhamad Nas tegaskan video viral tersebut tidak benar.

TNI Buka Suara Bantah Isu Pengerahan Prajurit Bersenjata ke Polda Metro Jaya
TNI Buka Suara: Bantah Isu Pengerahan Prajurit Bersenjata ke Polda Metro Jaya

INILAHKORAN.ID - TNI secara tegas membantah narasi yang menyebutkan adanya pengerahan sejumlah prajurit bersenjata laras panjang ke Markas Polda Metro Jaya.

​Klarifikasi ini dikeluarkan menyusul beredarnya sebuah rekaman video amatir di berbagai platform media sosial yang memperlihatkan sejumlah personel berseragam loreng tengah berada di lingkungan Polda Metro Jaya, tepatnya di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

​Kapuspen TNI: Informasi Tersebut Tidak Benar!

​Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Muhamad Nas, menegaskan bahwa narasi pengerahan pasukan yang menyertai video viral tersebut adalah informasi yang salah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

​"Beritanya tidak benar," ujar Muhamad Nas dikutip dari Antara. 

​Kendati demikian, Brigjen TNI Muhamad Nas tidak memberikan rincian atau penjelasan lebih mendalam mengenai kronologi asli maupun konteks keberadaan personel berseragam loreng di dalam video yang beredar tersebut.

​Duduk Perkara Video Viral di Direktorat Kriminal Khusus

​Sebelumnya, lini masa media sosial dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan pergerakan sejumlah orang mengenakan seragam loreng khas militer lengkap dengan senjata laras panjang.

​Berdasarkan keterangan dan narasi yang beredar bersama video tersebut, peristiwa itu diklaim terjadi pada Kamis dini hari. Kehadiran personel bersenjata di area krusial kepolisian tersebut langsung memicu berbagai spekulasi dan tanda tanya besar dari netizen mengenai apa tujuan asli keberadaan mereka di sana.

​Hingga Kamis siang, pihak Polda Metro Jaya sendiri terpantau belum memberikan rilis resmi atau keterangan tambahan guna menjelaskan detail peristiwa yang sempat memicu kegaduhan di media sosial tersebut.


Editor : Firda Rachmawati