TPPAS Sarimukti Terancam Overkapasitas, Herman Ingatkan Tanggung Jawab Bandung Raya
Sekda Jabar Herman Suryatman mengingatkan agar kabupaten/kota tanggung jawab masalah sampah bukan hanya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengingatkan, bahwa persoalan di TPPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat yang terancam overkapasitas di 2027 bukan hanya masalah buat provinsi, tetapi juga tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota Bandung Raya.
Herman menegaskan, persoalan sampah sejatinya menjadi kewenangan kabupaten/kota yang harus ditangani sendiri, bukan pemerintah provinsi.
"Namun demikian provinsi kan turun tangan juga, terutama di level regional. Ya jadi harus bersama-sama, jangan jadi dibalik nu katempuhan provinsi," ujar Herman dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Dia melanjutkan, Pemprov Jabar bukan tidak siap. Tetapi persoalan sampah memang harus ditangani secara bersama, agar tidak terjadi ledakan sampah di Bandung Raya.
"Karena enggak bisa pendekatan Superman. Sampah itu harus super tim bareng-bareng. Kan kami juga tidak diam. Kami di hilir melalui Sarimukti," ucapnya.
Di mana di TPPAS Sarimukti, Pemprov jabar telah mengupayakan melalui landfill mining, yang dapat mengurangi sampah 80 ton per hari, dengan harapan dapat memperpanjang masa pakai Sarimukti.
"Karena Sarimukti akhir 2028 kemungkinan sudah full. Kami sedang perpanjang (masa pakai), mudah-mudahan bisa sampai 2029. Karena apa? Karena harus disinkronkan dengan (kesiapan) Legoknangka," katanya.
Mengingat TPPAS Regional Legoknangka akan financial clause yang diharapkan bisa dilakukan akhir tahun 2026, yang mana dibarengi dengan pembangunan infrastruktur. Di mana diharapkan sudah bisa dilakukan pada medio 2026.
"Kami sudah cek penandatanganan PJBL, perjanjian jual beli listriknya antara PLN dan PT Jabar Environmental Solution itu bulan Maret. Nah, ini kan keren kalau bulan Maret ditandatangani, langsung groundbreaking," ujarnya.
Meski kata dia, tetap menunggu arahan dari Gubernur Dedi Mulyadi, apakah Maret bisa dilakukan penekenan kontrak PJBL dan groundbreaking.
"Nanti kita tunggu dari Pak Gubernur dan arahan Kemenyerian ESDM. Yang jelas tahun ini sudah mulai pembangunan infrastruktur di lapangan, karena surat penugasan dari Kementerian ESDM kan sudah turun ke PLN," ucapnya.
Dalam menunggu proses rampungnya TPPAS Legoknangka lanjut Herman, maka harus dipastikan kapasitas TPPAS Sarimukti terjaga.
"Dari sekarang kami meminta kabupaten/kota di Bandung Raya utamanya untuk fokus juga di hulu, terutama di tingkat rumah tangga, warung-warung, restoran, hotel. Pak Walikota, Pak Bupati, tolong gerakkan camat, lurah, kepala desa untuk mengedukasi masyarakat, mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, mendaur ulang sampah sejak dari rumah," paparnya.
Lebih ideal lagi adalah dengan melakukan zero food waste, karena mayoritas sampah yang dibuang ke TPPAS Sarimukti saat ini kata dia adalah sampah makanan.
"Setiap hari ada 1.200 ton ke Sarimukti. Setengahnya sampah makanan. Kalau bisa residunya saja, lebih keren," ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti

