Trans Pakuan Diguyur Investasi Sebesar Rp73,5 Miliar
Moda transportasi massal Trans Pakuan mendapatkan investasi dari konsorsium. Besarannya mencapai Rp73,5 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Moda transportasi massal Trans Pakuan mendapatkan investasi dari konsorsium. PT Eka Sari Lorena dan PT Kodjari Tata Angkutan menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor.
Managing Director PT Eka Sari Lorena Dwi Rianta Soerbakti mengatakan, dia bergabung dalam konsorsium tersebut lantaran ingin berpartisipasi dalam penataan transportasi di Kota Hujan. Dalam dokumen kontrak kerja sama operasional Trans Pakuan, pihaknya menjadi operator. Sedangkan, yang menanamkan investasi itu PT Kodjari Tata Angkutan.
Dwi Rianta membocorkan, PT Kodjari Tata Angkutan itu menanamkan investasi mencapai Rp73,5 miliar. Rinciannya, investasinya sebesar Rp980 juta per satu unit bus Trans Pakuan.
Baca Juga: Bersih dan Nyaman Bikin Lansia Senang Naik Biskita Trans Pakuan
"Per satu unit bus itu Rp980 juta, sedangkan jumlah bus ada 75 unit. Tinggal dikalikan saja. Itu semua tertera di dokumen tender BTS (Buy The Service)," katanya, Selasa 14 Desember 2021.
Menurutnya, tender BTS itu relatif aman dan menguntungkan. Sebab, BisKita Trans Pakuan itu disubsidi per kilometer. Beda halnya jika disubsidi per penumpang yang akan rumit perhitungannya.
"Makanya kami ikut tender ini dengan membuat KSO (kerja sama operasi) bersama Kodjari ke PDJT. Kebetulan Lorena juga sebagai operator Trans Jakarta sejak 2008. Jadi kami sedikit lebih banyak pengalaman mengoperasikan BTS," jelasnya.
Baca Juga: Sip! Para Sopir Angkot di Bogor Dilatih Operasikan Bus Kita Trans Pakuan
Sementara itu, pimpinan PT Kodjari Tata Angkutan Dewi Jani Tjandra mengatakan pihaknya akan segera meluncurkan Biskita Trans Pakuan Koridor 1 dan 2. Total, sebanyak 28 armada akan beroperasi dengan rincian 15 unit di koridor 2 dan 14 unit pada koridor 1.
Masing-masing koridor itu dikuinya akan terdapat bis khusus untuk kaum difabel. Total untuk tahun ini 49 unit, dan angkot yang sudah dikonversi sebanyak 108 unit yang berasal dari Kodjari.
"Angkot yang dikonversi merupakan milik Kodjari yang mereka beli pengusaha angkot. Setiap angkot yang dikonversi itu dibesituakan. Pembelian angkot juga tidak memaksa," terangnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


