Transformasi Dedi Mulyadi, dari Kang Duda Merana hingga Kang Duda Merajalela
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui dirinya bukanlah sosok pemimpin yang sempurna. Dia pun berkisah hingga Kang Duda Merajalela.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui dirinya bukanlah sosok pemimpin yang sempurna. Dia pun berkisah hingga Kang Duda Merajalela.
Dedi Mulyadi menyadari, selama memimpin Jabar dalam enam bulan terakhir, banyak salah yang dilakukannya. Sebab itu, dirinya siap menerima kritik dari siapapun untuk pembangunan Jawa Barat.
“Saya bukanlah pemimpin yang sempurna. Saya adalah pemimpin yang banyak salahnya dan saya terbuka pada siapapun untuk dikoreksi,” ujar Dedi dikutip Senin 25 Agustus 2025.
Bila disinggung dirinya jarang berkantor di Gedung Sate, dia mengaku memang lebih banyak berkeliling ke daerah-daerah. Berupaya menyelesaikan masalah sosial yang ada di masyarakat.
“Jadi sudah jarang menikmati ruangan yang AC, menikmati ruangan yang nyaman. Saya selalu berkeliling, saya ingin menyelesaikan dari satu masalah ke masalah lainnya dalam setiap waktu," ucapnya.
Ini dilakukannya, tak lain bagian dari upaya untuk menunjukkan bahwa negara selalu hadir di setiap persoalan masyarakatnya.
"Saya ingin satu hal saja, negara selalu hadir pada setiap cerita rakyat yang dialami," kata dia.
Sisi lain, Dedi mengaku siap bertukar pikiran dengan siapapun dalam menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus mencari solusinya. Sebab menurutnya, status Gubernur Jabar merupakan kepemimpinan kolektif.
"Kalau saya secara pribadi dikenal lebih luas, masalahnya cuma satu, karena saya memang KDM, Kang Duda Merana. Kemudian meningkat pada tahun berikutnya menjadi gubernur, Kang Duda Menyala. Mungkin tahun 2027, Kang Duda Merajalela," candanya. (*)
Editor : Zulfirman

