Transplantasi Rambut Kini Diminati Wanita, Pakar Ingatkan Risiko dan Biayanya

Transplantasi rambut makin diminati wanita. Kenali risiko, biaya hingga Rp100 juta, penyebab kerontokan dan tips aman sebelum menjalani prosedur.

Transplantasi Rambut Kini Diminati Wanita, Pakar Ingatkan Risiko dan Biayanya
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Tren transplantasi rambut atau tanam rambut kini semakin diminati wanita di Indonesia. Pengaruh media sosial serta testimoni selebritas turut mendorong meningkatnya ketertarikan terhadap prosedur tersebut, terutama untuk mengatasi rambut menipis dan kebotakan dini.

Namun, pakar medis mengingatkan bahwa transplantasi rambut pada wanita memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda dibandingkan pria. Tanpa pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, prosedur dengan biaya puluhan juta rupiah tersebut berisiko tidak memberikan hasil sesuai harapan.

Mengapa transplantasi rambut wanita Lebih Rumit?

Perbedaan utama terletak pada pola kerontokan rambut.

Pada pria, kebotakan umumnya terjadi pada area tertentu seperti garis depan rambut, dahi, atau ubun-ubun. Sementara itu, bagian belakang kepala sering kali masih memiliki rambut yang cukup tebal untuk dijadikan area donor.

Kondisi berbeda dapat terjadi pada wanita. Kerontokan akibat androgenetic alopecia cenderung menyebabkan penipisan rambut secara lebih merata di kulit kepala.

Jika area donor di bagian belakang kepala juga mengalami penipisan, kualitas folikel yang dipindahkan dapat menjadi kurang optimal.

Selain faktor genetik, kondisi hormonal juga perlu diperhatikan. Kehamilan, perubahan hormon, stres, hingga anemia dapat memicu kerontokan rambut dan memengaruhi hasil setelah prosedur.

Biaya Transplantasi Bisa Capai Rp100 Juta

Transplantasi rambut di sejumlah klinik estetika premium di Jakarta dan Surabaya dapat membutuhkan biaya sekitar Rp20 juta hingga Rp100 juta, tergantung metode, jumlah graft, dokter, serta fasilitas yang digunakan.

Meski dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kebotakan tertentu, prosedur ini tetap memiliki risiko. Salah satunya adalah shock loss, yakni kerontokan sementara pada rambut yang sudah ada akibat trauma setelah tindakan.

Karena itu, pasien perlu memahami bahwa transplantasi rambut bukan solusi instan untuk semua jenis kerontokan.

Waspadai Tawaran Tanam Rambut Murah

Tingginya minat terhadap transplantasi rambut juga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang menawarkan prosedur dengan harga sangat murah melalui media sosial.

Pasien bahkan ditawarkan paket transplantasi rambut ke luar negeri, termasuk Turki. Harga murah sebaiknya tidak menjadi pertimbangan utama karena prosedur tersebut membutuhkan diagnosis, perencanaan area donor, serta tenaga medis yang kompeten.

Pasien juga perlu berhati-hati terhadap fasilitas atau tenaga medis yang tidak memiliki kewenangan dan sertifikasi sesuai ketentuan.

Konsultasi Dokter Sebelum Transplantasi Rambut

Bagi wanita yang mengalami kerontokan atau penipisan rambut, pemeriksaan penyebab utama sebaiknya dilakukan terlebih dahulu kepada dokter spesialis kulit dan kelamin (dermatolog).

Dalam kondisi tertentu, terapi non-bedah dapat menjadi pilihan sebelum mempertimbangkan transplantasi. Penanganan dapat berupa obat-obatan atau terapi seperti Platelet-Rich Plasma (PRP) sesuai hasil pemeriksaan dan indikasi medis.

Pemilihan dokter juga harus menjadi perhatian utama. Jangan hanya mengandalkan testimoni influencer atau promosi di media sosial.

Transplantasi rambut membutuhkan ekspektasi yang realistis. Memahami penyebab kerontokan, kondisi area donor, serta kesehatan tubuh secara keseluruhan menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani prosedur.***


Editor : JakaPermana