Trusmi Kulon jadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Cirebon Lantaran Tingkat Partisipasi 87 Persen

KPU Jabar dan Kabupaten Cirebon sepakat memilih Desa Trusmi Kulon menjadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Kabupaten Cirebon.

Trusmi Kulon jadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Cirebon Lantaran Tingkat Partisipasi 87 Persen
Bupati Cirebon Imron menyambut baik adanya sosialisasi tentang Pemilu dan terpilihnya Desa Trusmi Kulon menjadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Cirebon. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - KPU Jabar dan Kabupaten Cirebon sepakat memilih Desa Trusmi Kulon menjadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon Imron menyambut baik adanya sosialisasi tentang Pemilu dan terpilihnya Desa Trusmi Kulon menjadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Cirebon.

Dia menyebutkan, dipilihnya Desa Trusmi Kulon menjadi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Cirebon karena tingkat partisipasi warganya dalam Pemilu tercatat paling tinggi di Kabupaten Cirebon.

"Tingkat partisipasinya mencapai 87 persen," ujar Imron, Minggu 13 November 2022.

Imron mengatakan, sosialisasi tentang pemilihan sangat penting diberikan kepada masyarakat. Hal ini ujarnya, untuk bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang politik. Pemilu merupakan hajatan bersama warga Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap hajatan tersebut diisi dengan kegembiraan.

"Jangan malah pada ribut, karena beda pilihan," kata Imron.

Imron berharap, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini nantinya memberikan efek positif kepada warga, terutama terkait pemilihan. Sudah saatnya warga menjadi pemilih cerdas, berkualitas dan informatif.

"Kalau diajak milih, tapi ternyata track recordnya jelek, ya jangan dipilih," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok menuturkan, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

"Baik itu meningkat dari segi jumlah ataupun kualitas," ucapnya.

Dalam program ini, ujar Rifqi, KPU memilih sebanyak 25 orang dari desa tersebut, yang akan dijadikan sebagai penggerak.

Nantinya, penggerak akan bertugas untuk menggugah dan mendorong masyarakat, untuk lebih peduli terhadap Pemilu dan pemilihan.

Beberapa hal yang akan didorong atau disosialisasikan kepada masyarakat seperti, tidak mudah terkena hoaks, money politik dan bisa memilih sesuai kehendaknya masing-masing.

"Sehingga pilihannya, bukan karena adanya intervensi dari orang lain," paparnya.

Untuk tahun 2022 ini, KPU Jabar akan melaksanakan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di tiga lokasi, yaitu di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran.

Setiap desa yang terpilih untuk menjadi program ini, ditargetkan bisa mendorong warganya untuk terlibat dalam Pemilu dan pemilihan hingga 80 persen.

"Desa Trusmi Kulon saja bisa sampai 87 persen, sehingga saya yakin bisa sampai 80 persen," tukasnya.*** (maman suharman)


Editor : Doni Ramdhani