Tujuh Laga Gila
DUA kemenangan beruntun di laga tandang tak dijadikan Igor Tolic sebagai alasan kuat untuk berpesta.Dia sadar lagalaga ‘gila’ di depan mata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Menumbangkan raksasa Korea Selatan, FC Seoul di kandangnya sendiri lalu pulang ke tanah air dan kembali mencuri tiga poin dari markas Persijap Jepara jelas bukan perkara mudah.
Namun bagi Igor rentetan hasil positif itu harus disimpan rapatrapat.
Tak ada waktu untuk jemawa.
Juru taktik asal Kroasia ini tahu betul bahwa kepuasan yang datang terlalu cepat bisa menjadi racun bagi anak asuhnya. Di balik rentetan hasil positif tersebut, sebuah badai besar telah menanti di ufuk barat.
Bulan Oktober 2026 bukan lagi sekadar kalender kompetisi bagi Persib, melainkan sebuah ujian ketahanan fisik dan mental yang sesungguhnya.
Bayangkan saja, Pangeran Biru dipaksa memeras keringat untuk melewati tujuh pertandingan raksasa hanya dalam waktu satu bulan.
Persib tidak hanya bertarung demi harga diri di domestik Super League, tetapi juga memanggul harapan bangsa di kancah Asia lewat AFC Champions League (ACL) Two, sekaligus membagi fokus di turnamen regional ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup.
Sadar bahwa manusia memiliki batas lelah, Igor mengambil keputusan yang sangat membumi: ia memilih merawat sisi kemanusiaan para pemainnya terlebih dahulu sebelum kembali menyiksa mereka di lapangan fisik.
Skuat Maung Bandung dihadiahi libur total selama empat hari. Sebuah jeda singkat untuk berkumpul dengan keluarga, menyembuhkan memar, dan menghirup udara segar di luar sepak bola.
“Pertama-tama kami akan istirahat beberapa hari. Libur 3-4 hari, lalu kami mulai bekerja,” ujar Igor, Selasa (22/9).
Bagi Igor, libur ini bukan sekadar malas-malasan. Ini adalah masa krusial untuk menunggu ruang perawatan kembali kosong.
“Saya berharap pemain yang cedera akan bergabung bersama kami, mereka bekerja sangat keras,” tambahnya Napas lega itu akan resmi berakhir pada 8 Oktober. Persib harus langsung terbang ke Bangkok, Thailand, untuk menantang Port FC di ajang Shopee Cup.
Sekembalinya dari negeri gajah putih, mereka bahkan tidak sempat membongkar koper dengan tenang. Hanya selang tiga hari, tepatnya 11 Oktober, Dewa United sudah menanti mereka di ajang Super League.
Spanduk bertuliskan “jadwal padat” pun terasa meremehkan jika melihat apa yang terjadi setelahnya.
Tiga hari pasca-laga domestik, yakni 14 Oktober, atmosfer Asia kembali menyergap saat mereka menjamu The Cong-Viettel di laga kedua Grup E ACL Two.
Belum kering keringat dari kompetisi Asia, Persik Kediri sudah menghadang di depan mata pada 18 Oktober.
Ujian mental yang sebenarnya berada di penghujung bulan. Skuat Persib dipaksa menjalani tur tandang yang menguras energi. Mereka harus bertamu ke markas Madura United pada 22 Oktober, lalu terbang lagi untuk menantang kekuatan Garudayaksa FC pada 26 Oktober.
Dan seolah belum cukup menyiksa, dua hari kemudian—pada 28 Oktober 2026—Persib kembali dipaksa berdiri tegak di lapangan hijau untuk menutup bulan yang melelahkan ini.
Oktober nanti bukan lagi soal taktik sepak bola di atas kertas. Ini adalah cerita tentang bagaimana Igor Tolic menjaga kewarasan, motivasi, dan kebugaran sekumpulan pria yang memikul ekspektasi jutaan Bobotoh di pundak mereka.
Pengorbanan dimulai dari sekarang. (bsf )
Editor : Inilahkoran

