Tumbangnya Pohon Mangga jadi Pemantik Ambruknya Atap SMKN 1 Gunung Putri
Selain hujan dan angin kencang, penyebab ambruknya atap SMKN 1 Gunung Putri diduga karena tumbangnya pohon mangga yang berada di belakang ruang rombongan belajar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Selain hujan dan angin kencang, penyebab ambruknya atap smkn 1 gunung putri diduga karena tumbangnya pohon mangga yang berada di belakang ruang rombongan belajar.
"Pemantik ambruknya atap smkn 1 gunung putri itu karena tumbangnya pohon mangga yang berada di belakang ruang rombongan belajar atau kelas, selain itu, juga karena hujan dan angin kencang," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan smkn 1 gunung putri kepada wartawan, Selasa 4 November 2025.
Karyadi menuturkan, karena pohon mangga tersebut berada di jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), maka penebangan harus seizin PLN.
"Kami ga bisa asal nebang pohon yang sudah condong ke ruang kelas, karena wewenangnya ada di PLN. Biasanya mereka rutin melakukan perawatan, namun mungkin keduluan sama bencana alam," tutur Karyadi.
Ia menjelaskan, awalnya yang atap yang ambruk hanya satu ruang kelas, namun karena struktur atap baja ringan, maka ambruknya merempet hingga total lima kelas yang ruangnya ambruk.
"Bangunan yang atapnya ambruk kebetulan hasil rehabilitasi atau renovasi di Tahun 2015, saat itu SMA dan SMK Negeri kewenangannya masih di Pemkab Bogor dan belum dialihkan ke Pemprov Jawa Barat," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya atap Gedung smkn 1 gunung putri ambruk, karena diduga terdampak bencana alam hujan yang disertai angin kencang.
Akibat atapnya yang ambruk, 42 dari total 144 siswa yang berasal dari lima kelas atau rombonggan belajar mengalami luka, dan bahkan patah tulang.
Para korban pun dibawa ke Puskesmas, dan sejumlah rumah sakit, terutama RSUD M Satibi atau Cileungsi.
"Total dari 144 siswa smkn 1 gunung putri yang terkena material atap gedung, 42 orang mengalami luka - luka dan bahkan ada yang mengalami patah tulang hingga harus dirawat di Puskesmas Gunung Putri dan beberapa rumah sakit," ucap Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin kepada wartawan, Senin, 3 November 2025.
Editor : Ahmad Sayuti


