Legislator Jabar Tinjau SMKN 1 Gunung Putri dan Minta Spesifikasi Bangunan Sekolah Ditingkatkan

Komisi V DPRD Jawa Barat membagi tugas mengunjungi SMKN 1 Gunung Putri dan SMAN Pasundan 1 Kota Bandung, karena dua sekolah tersebut atapnya ambruk pada Senin kemarin.

Legislator Jabar Tinjau SMKN 1 Gunung Putri dan Minta Spesifikasi Bangunan Sekolah Ditingkatkan
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra Sasmita saat memeriksa bangunan sekolah SMKN 1 Gunung Putri yang atapnya roboh, Selasa 4 November 2025./Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor - Komisi V DPRD Jawa Barat membagi tugas mengunjungi SMKN 1 Gunung Putri dan SMAN Pasundan 1 Kota Bandung, karena dua sekolah tersebut atapnya ambruk pada Senin kemarin.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra Sasmita meminta standarisasi spesifikasi bangunan SMK dan SMA Negeri diperketat dan ditingkatkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Karena, untuk di Kabupaten Bogor, atap bangunan SMKN 1 Cileungsi juga ambruk.

Bedanya, jika atap SMKN 1 Gunung Putri ambruk karena dipicu tumbangnya pohon mangga, hujan deras dan angin kencang. 

Sedangkan, atap SMKN 1 Cileungsi ambruk tiba - tiba, dan tidak ada angin maupun hujan.

"Spesifikasi bangunan SMKN dan SMAN di Jawa Barat harus ditingkatkan standarnya, baru 10 tahun kok ini pada ambruk, sekolah swasta malah baik - baik saja bangunannya," pinta Dede Candra Sasmita kepada wartawan di Gunung Putri, Selasa, 4 November 2025.

Dede Candra Sasmita yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat itu menuturkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat kedepan harus mengaudit bangunan SMKN dan SMAN.

"Dinas Pendidikan Jawa Barat, harus mengaudit bangunan SMKN dan SMAN yang usianya sudah 10 tahun dan kalau ada bangunan yang tidak layak, jangan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Saya tegaskan, jangan nunggu ambruk, baru direhabilitasi atau dibangun ulang bangunan sekolahnya," tuturnya.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat lainnya,  Fetty Anggraenidini mengatakan selain memperhatikan bangunan, Komisi V DPRD Jawa Barat juga mengawal biaya pengobatan 41 siswa yang mengalami luka - luka.

"Pengobatan kemarin dan hari ini memang sudah ditanggung oleh Pemkab Bogor, namun jika diperlukan perawatan tambahan maka Pemprov Jawa Barat harus menanggung biaya pengobatan korban ambruk atap SMKN 1 Gunung Putri," kata Fetty Anggraenidini.

Farabi El Fouz A Rafiq menyarankan bangunan SMKN 1 Gunung Putri yang ambruk, untuk di assesment oleh tim ahli dan profesional.

Hasil assesment, baik dari sisi sipil maupun arsitektur, akan dijadikan dasar, apakah bakal ada pembangunan gedung baru atau cukup direhabilitasi.

"Keselamatan siswa dan guru harus diutamakan, bangunan sekolah harus dipastikan keamanan dan kenyamanannya,"  kata Farabi yang juga anggota DPRD Jabar dari fraksi Golkar. 


Editor : Ahmad Sayuti