Turki vs Italia: Luka Dari Roma
DUEL Turki vs Italia tak sekadar hitung-hitungan poin. Ini sebuah pelarian dari penderitaan emosional yang mendalam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Italia bertamu ke Ataturk Spor Kompleksi Matli Stadyum dengan luka yang mengaga. Rasa malu di Stadion Olimpico akhir pekan lalu membayangi langkah skuat besutan Roberto Mancini.
Awalnya, Gli Azzurri berharap nyanyian bangga publik Italia ketika mereka memulai kembali asa yang telah hilang. Namun, harapan seketika berubah menjadi panggung yang dingin dan penuh kekecewaan.
Bagi sang pelatih, Roberto Mancini, laga melawan Belgia seharusnya menjadi momen comeback yang manis di rumah sendiri. Namun yang terjadi justru sebaliknya: ia harus berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan tim asuhannya tak berdaya, sembari mendengarkan gemuruh sorakan cemooh dari suporter mereka sendiri. Italia dipaksa menelan pil pahit, kalah 0-2 di hadapan pendukungnya.
Gol dari Mika Godts di babak pertama dan Dodi Lukebakio di babak kedua seolah meruntuhkan magis Gli Azzurri di markas keramat mereka. Di pinggir lapangan, Mancini tampak gelisah. Ia melihat timnya bermain dengan "dua wajah" yang bertolak belakang.
Babak pertama adalah mimpi buruk—penuh keraguan, salah umpan, dan kalah kelas dari Belgia. Kontras dengan babak kedua, di mana Italia bangkit dengan sisa-sisa kebanggaan mereka, mengurung pertahanan Belgia, dan menciptakan peluang demi peluang.
Namun, malam itu dewi fortuna sedang memalingkan wajah dari Roma. Salah satu momen paling menyesakkan dada terjadi di penghujung laga, ketika tendangan Giorgio Scalvini membentur mistar gawang.
Sorak penonton yang sudah bersiap berteriak "gol" mendadak berubah menjadi desah lesu yang seragam.
"Belgia bermain lebih baik di babak pertama, kami mengambil inisiatif di babak kedua dan bisa saja menyamakan skor. Tapi kami justru kebobolan lewat serangan balik karena kesalahan kami sendiri. Ya, beginilah sepakbola," ujar Mancini dengan nada getir.
Mancini tidak menutup mata atas performa buruk anak asuhnya di paruh pertama, namun ia juga pasang badan untuk perjuangan mereka di babak kedua. Bagi Mancini, para pemainnya sudah memberikan hati mereka di lapangan setelah turun minum, setidaknya sampai gol kedua Belgia membunuh sisa-sisa asa.
Jelang laga melawan Turki, Mancini mencoba bersikap realistis di tengah badai kritik yang mulai datang. Bagi publik Italia, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan sebuah luka emosional.
"Kami harus bangkit karena ada laga sulit menanti. Menghadapi Turki, kami menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit karena kami bermain di kandang mereka," tegasnya.
Sementara itu, Turki menelan kekalahan tipis dan mengecewakan 1-0 dari Prancis dalam laga UEFA Nations League terbaru mereka. Kylian Mbappe mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, menuntaskan assist dari Michael Olise untuk memecah kebuntuan.
Laga bergengsi itu juga tidak lepas dari korban. Striker Real Madrid itu kemudian terpaksa meninggalkan lapangan akibat cedera lutut yang mengkhawatirkan.
Meski hasil akhirnya mengecewakan, pelatih Turki Montella penuh pujian untuk para pemainnya. Juru taktik asal Italia itu menilai timnya menampilkan performa tangguh yang pantas mendapatkan hasil jauh lebih baik.
Montella menolak membiarkan kekalahan tipis itu menutupi apa yang ia nilai sebagai upaya kolektif yang brilian. Ia merasa timnya menampilkan performa yang benar-benar menunjukkan kualitas saat menghadapi lawan internasional kelas atas.
"Saya bangga, sangat disayangkan kami tidak bisa meninggalkan lapangan dengan hasil positif," kata Montella kepada Sky Sport Italia.
"Itu adalah penampilan yang luar biasa, salah satu yang terbaik dari kami, terutama jika melihat siapa yang kami hadapi. Kami tahu Anda tak boleh melakukan bahkan setengah kesalahan pun saat melawan tim seperti ini, tetapi saya pikir kami juga punya peluang dan ini adalah pertandingan yang sangat seimbang." (bsf)
HEAD TO HEAD 04/06/24: Italia 0-0 Turki 29/03/22: Turki 2-3 Italia 11/06/21: Turki 0-3 Italia 15/11/06: Italia 1-1 Turki 20/11/02: Italia 1-1 Turki
5 LAGA TERAKHIR TURKI 26/06/26: Turki 3-2 AS 20/06/26: Turki 0-1 Paraguay 14/06/26: Australia 2-0 Turki 06/06/26: Turki 2-1 Venezuela 01/06/26: Turki 4-0 Makedonia
5 LAGA TERAKHIR ITALIA 07/07/26: Yunani 0-1 Italia 03/06/26: Luksemburg 0-1 Italia 31/03/26: Bosnia 1-1 Italia 26/03/26: Italia 2-0 Irlandia Utara 16/11/25: Italia 1-4 Norwegia PRAKIRAAN PEMAIN Turki (3-4-2-1) Bayindir (GK) Demiral, Bardakci, Celik (B) Kadioglu, Yuksek, Ozcan, Elmali (T) Uzun, Guler (ss) Yilmaz (D) Pelatih: Vicenzo Montella
Italia (4-3-3) Donnarumma (GK) Lorenzo, Mancini, Coppola, Calafiori (B) Barella, Frattesi, Tonali (T) Kean, Esposito, Cambiaghi (D) Pelatih: Roberto Mancini
Editor : Inilahkoran

