INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 43.000 set-top-box (
STB) didistribusikan ke 16 kecamatan di wilayah Kabupaten
Bandung Barat (
KBB).
Pendistribusian set-top-box (
STB) tersebut dilakukan menyusul dimatikannya siaran
tv analog yang dilakukan secara bertahap dan dimulai pada hari ini.
Seperti diketahui, penduduk di wilayah yang sudah melalui proses analog switch off (ASO) harus migrasi menonton melalui siaran TV
digital.
Hal itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di mana pemerintah wajib mulai mengalihkan siaran televisi di wilayah NKRI dari sistem analog ke sistem
digital pada 2 November 2022.
Menanggapi hal itu, Kabid IKP Diskominfotik
KBB, Rochmat Bakhtiar mengatakan, untuk set-top-box (
STB)
KBB mendapat 43.000 unit
STB yang didistribusikan langsung oleh pihak ketiga yang telah ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pusat.
"Jadi sebetulnya pendistribusian
STB di
KBB sudah dilakukan sejak pertengahan Oktober 2022," katanya saat ditemui, Rabu 2 November 2022.
Ia menyebut, teknis pendistribusian
STB tersebut tersebar di 16 kecamatan di
KBB. Namun, tidak semua desa dapat.
"Pendistribusian langsung diberikan kepada masyarakat, tapi melalui pihak ketiga. Jadi, secara teknis Diskominfo tidak turun langsung," sebutnya.
Sebelumnya, jelas dia, Diskominfotik
KBB dimintai data Percepatan Pensasaran Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) oleh Kemkominfo yang kemudian dikombinasikan dengan data yang ada di pusat.
"Kami mengusulkan data penerima
STB sesuai dengan data P3KE atau mungkin DTKS," jelasnya.
Ia menyebut, data tersebut kemudian disortir ulang pusat yang disesuaikan dengan kriteria yang telah ditentukan pusat.
"Dari informasi yang kami peroleh dari pihak ketiga, yaitu NCT Cargo, distribusi
STB di
KBB sudah mencapai 95 persen," sebutnya.
Adapun wilayah dengan jumlah distribusi
STB terbanyak, antara lain Kecamatan Cikalongwetan 5.000 unit
STB, Kecamatan Cipongkor 5.000 unit, Kecamatan Rongga sebanyak 3.000 unit.
"Ada juga yang paling sedikit mendapat distribusi
STB, yakni Parongpong yang hanya mendapat 600 unit
STB," bebernya.
Ia berharap, pendistribusian ini bisa dilaksanakan secara masif, meski prosesnya bertahap. Serta bisa mencover yang belum bisa menerima.
"
STB tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat. Namun, jika ada pihak-pihak yang membebankan biaya silahkan bisa laporkan di Aplikasi Lapor Kang Hengki," tandasnya.*** (agus satia negara).***