Operasi Pajak Kendaraan di KBB, 16 Kendaraan Terjaring Bisa Raup Rp46 Juta
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Operasi Gabungan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor di gerbang tol Padalarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Operasi Gabungan Pemeriksaan pajak kendaraan Bermotor di gerbang tol Padalarang.
Kegiatan tersebut berlangsung selama Rabu-Jumat (5-7/8/2026) itu melibatkan sinergi dengan Satlantas Polres Cimahi, Jasa Raharja, serta bank bjb.
Tak hanya sekadar penertiban, operasi itu mengutamakan pendekatan persuasif, edukasi kesadaran pajak dan sistem pembayaran langsung ke rekening bank guna menjamin transparansi serta bebas pungutan liar.
Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) KBB Dayli Setiaji mengungkapkan, hingga saat ini tercatat 16 kendaraan terjaring dengan total nilai tunggakan mencapai Rp46.031.700.
"Data menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak pada semester I 2026 berada di angka 62%. Angka itu menurun dibanding akhir tahun 2025 yang mencapai 67%," kata Dayli saat ditemui di lokasi.
Dia menyebut, target pendapatan dari sektor pajak kendaraan di Bandung Barat ditetapkan sebesar Rp209 miliar, namun realisasi baru menyentuh sekitar 52%.
"Kondisi ini terjadi meski target pendapatan justru mengalami kenaikan, bukan penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran," sebutnya.
Sedangkan, Kabid Penagihan dan Pengendalian Daerah Bapenda KBB Paramita Arianti menambahkan penyebab utama keterlambatan pembayaran bukan sekadar lupa, namun rendahnya kesadaran wajib pajak.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait transparansi penggunaan uang pajak, dia menegaskan laporan capaian dipublikasikan secara rutin dan terbuka lewat media sosial resmi.
"Pola operasi gabungan direncanakan dilaksanakan sebanyak 12 kali sepanjang tahun ini sebagai upaya berkelanjutan mengingat belum adanya program pemutihan seperti tahun lalu," kata Paramita.
Paramita menegaskan, tidak ada penarikan uang tunai secara manual, seluruh transaksi disetorkan langsung melalui bank bjb demi kepercayaan publik.
Dia tak memungkiri, tantangan terbesar terletak pada jumlah wajib pajak yang masih banyak menunggak serta menjaga integritas petugas di lapangan.
"Oleh karena itu, pendekatan humanis dan edukasi diperkuat bukan hanya untuk mengejar pendapatan jangka pendek, namun membangun budaya patuh pajak jangka panjang yang menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani


