UMKM Jabar Punya Peluang Tembus Pasar Global, Layanan Ekspor 40 Negara Resmi Dibuka

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jabar kini memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional. 

UMKM Jabar Punya Peluang Tembus Pasar Global, Layanan Ekspor 40 Negara Resmi Dibuka
Perusahaan logistik berbasis e-commerce di Asia Tenggaram Ninja Xpress memperluas layanan Ninja Cross Border melalui program bertajuk “From Indonesia to the World”, dengan pembukaan lebih dari 40 rute pengiriman internasional baru di luar Malaysia dan Singapura. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jabar kini memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional. 

Akses pengiriman produk ke luar negeri semakin terbuka, setelah hadirnya perluasan layanan logistik lintas negara yang menjangkau lebih dari 40 negara tujuan.

Langkah ini hadir di tengah menguatnya posisi Jabar sebagai salah satu tulang punggung ekspor nasional. Dengan basis manufaktur yang kuat, ekosistem UMKM yang terus berkembang, serta konektivitas logistik yang makin luas, Jawa Barat dipandang memiliki modal besar untuk memperluas penetrasi produk lokal ke pasar global.

Momentum tersebut sejalan dengan capaian ekspor Jabar yang pada Januari 2026 tercatat mencapai US$3,14 miliar. Pemerintahan daerah pun terus mendorong diversifikasi pasar ekspor, sekaligus penguatan daya saing produk lokal guna menjaga stabilitas perdagangan di tengah tekanan ekonomi global.

Dalam konteks itu, layanan cross border atau pengiriman lintas negara mulai menjadi instrumen penting untuk mempercepat ekspansi UMKM ke pasar internasional tanpa hambatan operasional yang kompleks.

Perusahaan logistik berbasis e-commerce di Asia Tenggaram Ninja Xpress memperluas layanan Ninja Cross Border melalui program bertajuk “From Indonesia to the World”, dengan pembukaan lebih dari 40 rute pengiriman internasional baru di luar Malaysia dan Singapura.

Ekspansi tersebut mencakup kawasan Asia Pasifik seperti Jepang dan Hong Kong, Timur Tengah, hingga sejumlah negara strategis di Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Prancis, serta pasar di kawasan Amerika.

VP Head of National Sales Ninja Xpress M Yan Mallino mengatakan, sejak dirilis 2024, layanan Ninja Cross Border menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, dengan melayani lebih dari 350 active shipper, serta volume pengiriman yang bisa mencapai lebih dari 7.500 paket per shipper setiap bulan.

Hal ini mencerminkan meningkatnya minat pelaku usaha Indonesia, untuk menjangkau pasar global.
“Melalui peluncuran Ninja Cross Border From Indonesia to the World, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menjangkau pasar global tanpa hambatan yang kompleks," ujar Yan dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Pemilihan Jabar sebagai titik awal Ninja Cross Border From Indonesia to the World, tak lain karena kekuatan ekosistem UMKM dianggap besar.

"Kami percaya, dengan dukungan logistik yang tepat, pelaku UMKM lokal dapat berkembang lebih cepat dan membawa produk Indonesia ke lebih banyak negara di dunia,” ucapnya.

Salah satu tantangan terbesar pelaku usaha kecil untuk menembus pasar luar negeri, adalah biaya logistik dan minimum pengiriman yang tinggi. Persoalan itu coba dijawab melalui skema layanan baru, yang memungkinkan pengiriman dimulai dari bobot minimum 0,5 kilogram.

Model ini dinilai memberi ruang bagi UMKM, untuk menguji pasar luar negeri tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau mengirim barang dalam volume tinggi.

Selain itu, biaya pengiriman internasional diklaim lebih kompetitif. Untuk rute tertentu seperti Malaysia, tarif dimulai dari Rp35 ribu dengan estimasi pengiriman mulai tiga hari.

Tak hanya soal tarif, sistem pengiriman juga dilengkapi layanan menyeluruh mulai dari penjemputan barang, pengurusan kepabeanan, hingga distribusi ke alamat tujuan. Pelaku usaha pun dapat memantau status pengiriman secara real time untuk memastikan transparansi proses logistik.

Di beberapa negara tujuan seperti Singapura dan Malaysia, tersedia pula opsi pembayaran cash on delivery (COD) lintas negara, yang memberikan fleksibilitas tambahan dalam transaksi.

Supaya pelaku usaha tidak terkendala proses administratif, layanan ini juga terintegrasi dengan platform digital Lincah.id⁠. Pelaku UMKM cukup melakukan pendaftaran melalui platform tersebut untuk memulai pengiriman ke pasar internasional.

Skema yang lebih sederhana ini diharapkan mempercepat transformasi UMKM lokal menjadi pemain ekspor, terutama di Jabar yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri dan produksi nasional.

Perluasan akses logistik lintas negara tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa hambatan ekspor bagi UMKM semakin dipangkas. Kini, tantangan terbesar bukan lagi soal akses pengiriman, melainkan kesiapan produk lokal bersaing di pasar global. 


Editor : Doni Ramdhani