Umuh Muctar Usahakan Laga Perempat Final Piala Presiden 2022 Digelar di Si Jalak Harupat

Umuh Muchtar bakal mengusahakan laga perempat final Piala Presiden 2022 digelar di Stadion Si Jalak Harupat

Umuh Muctar Usahakan Laga Perempat Final Piala Presiden 2022 Digelar di Si Jalak Harupat
Umuh Muchtar nakal mengusahakan laga perempat final Piala Presiden 2022 di Stadion Si Jalak Harupat.

INILAHKORAN, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memastikan akan mengupayakan Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung sebagai tempat pertandingan Persib di babak perempat final Piala Presiden 2022.

Apalagi dikatakan Umuh Muchtar, Persib sudah berhasil menjuarai grup C. Sehingga tim berjulukan Maung Bandung ini berhak menjadi tuan rumah di babak perempat final sesuai dengan regulasi yang ditetapkan di Piala Presiden 2022.

"Jalak (Si Jalak Harupat), saya usahakan di Jalak," tegas Umuh Muchtar saat dihubungi, Kamis 23 Juni 2022.

Baca Juga: Grup C Piala Presiden 2022 Tuntas, Robert Alberts Liburkan Skuat Persib

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini juga akan terus berupaya untuk bisa disaksikan kembali oleh penonton. Sehingga pertandingan babak perempat final ini bisa kembali berjalan dengan ramai.

"Kemarin (melawan Bhayangkara) tidak ada Bobotoh karena kan lagi berduka. Kita ingin ada penonton. Kalau ada penonton di lapangan, orang mendukung tim, teriak-teriak, gembira. Para Bobotoh lagi berduka kemarin, apalagi keluarganya. Sekarang kan sudah tidak apa-apa," katanya.

Umuh Muchtar pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bobotoh lantaran tidak memaksakan datang ke Stadion si Jalak Harupat untuk menyaksikan pertandingan Persib kontra Bhayangkara FC, Selasa 21 Juni 2022 lalu.

Baca Juga: Didampingi Bobotoh dan Panpel, Umuh Muchtar Sambangi Kediaman Keluarga Sopiana Yusuf di Bogor

Menurutnya, keputusan tidak ada penonton imbas dari meninggalnya dua Bobotoh saat akan menyaksikan laga Persib kontra Persebaya, 17 Juni 2022.

"Saya yakin Bobotoh yang saya bina, mereka sangat mengerti dan menghormati yang saya sampaikan. Sekarang kita sama-sama ambil pelajaran, jadi pengalaman, karena ini soal nyawa orang, tidak ada lagi korban. Ke depan jangan sampai tidak ada tiket maksa masuk, kita harus saling menghormati, jangan sampai ada kejadian lagi terus panpel disalahkan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)

 


Editor : inilahkoran