Urang Bandung, Harus Tahu Lima Lagu Ini

Sepanjang hidupnya Kota Bandung telah menjadi inspirasi dari banyak seniman, termasuk dari pengarang lagu.

Urang Bandung, Harus Tahu Lima Lagu Ini
Jembatan Layang Pasupati jadi favorit warga merayakan tahun baru
INILAHKORAN-Sepanjang hidupnya Kota Bandung telah menjadi inspirasi dari banyak seniman, termasuk dari pengarang lagu. Hal itu terbukti dengan banyaknya judul lagu yang menyematkan nama kota yang konon diciptalan ketika Tuhan sedang tersenyum tersebut.
 
Hal itu sudah terjadi di masa sebelum kemerdekaan Republik Indonesia hingga saat ini. Di mana pujian kepada Kota Bandung telah banyak diabadikan dalam sebuah lagu. 
 
Salah satunya adalah lagu 'Halo-halo Bandung' yang cukup kesohor lahir di kancah pertempuran Palagan Bandung tahun 1946.
 
 
Lagu 'Halo-halo Bandung' hanya salah satu contoh lagu dengan tema Kota Bandung. Selain itu, masih banyak lagu lainnya yang mengenai Kota Bandung yang diabadikan menjadi sebuah lagu. Apa saja?
 
Berikut sejumlah lagu yang terinspirasi dari Kota Bandung:
 
 
Hallo Badoeng! 
 
Lagu Hallo Bandoeng! dipopulerkan oleh Willy Derbi pada 1929 dan kemudian dilantunkan ulang oleh artis peranakan Belanda yang lahir di Indonesia yaitu Wieteke van Dort. 
 
 
Lagu ini meulai menggema ketika hubungan telepon Belanda dan Indonesia (Hindia Belanda) kala itu mulai beroperasi di awal tahun 1929. Di mana sebelumnya, hubungan komunikasi hanya mengandalkan surat dan telegraf.
 
Lagu Hallo Bandoeng sendiri menceritakan seorang ibu yang  sedang berbicara dengan sang anak melalui balik telepon. Si ibu mengungkapkan rasa rindu kepada anaknya yang sedang berada di Hindia Belanda. 
 
Pada lirik lagu ini juga disebutkan jika berkomunikasi melalui sambungan telepon saat itu adalah suatu hal yang mewah dan mahal. Bahkan dia harus menabung selama satu bulan untuk bisa berbicara dengan anaknya melalui teknologi komunikasi tersebut. 
 
 
Sementara si anak mengabarkan, bahwa pengembaraanya di Hindia Belanda akan berakhir dalam jangka empat tahun ke depan. Untuk menenangkan ibunya yang cemas dan menahan tangis karena rindu, dia menjanjikan sebuah pelukan hangat kepada ibunya saat pulang ke kampung halaman. 
 
Diceritakan sang ibu juga menitipkan salam kepada istri anaknya. Di mana sang anak digambarkan menikahi gadis pribumi yang memiliki kulit warna sawo matang. Kemudian si Ibu mendengarkan suara anak kecil yang memeberikan salam dari balik telepon. Ibu itu menangis bahagia, karean itu adalah suara dari cucunya.
 
   
Kerontjong Kota Bandoeng
 
Lagu Kerontjong Kota Bandoeng sendiri dipopulerkan oleh perempuan Jawa sekaligus penyanyi keroncomg pujian era 30 an dari Tumasik/Tumasek atau sekarang disebut Singapura. Dia adalah Tarminah Kario Wikromo. 
 
 
Dia merupakan istri dari komposer Zubir Said yang menciptgakan lagu Majulah Singapura, yang sejak 9 Agustus 1965 diresmikan sebagai lagu kebangsaan Singapura. 
 
Adapun Lagu Kerontjong Kota Bandoeng menceritakan pelancong dari Singapura yang datang ke Kota Bandung. Kala itu digambarkan Kota Bandung memiliki hawa sejuk.
 
Tidak cukup sampai di situ, dalam lirik Kerontjong Kota Bandoeng disebutkan jika pemuda dan pemudi Kota Bandung terkenal dengan parasnya yang rupawan. 
 
Apalagi, gadis-gadis Bandung sangat pandai merayu. Hingga lelaki tua dan muda pun tak akan sanggup jika tidak menengok.  
 
 
 
Ole-ole Bandung 
 
Jika berbicara mengenai lagu Ole-ole Bandung, lagu karya Ismail Marzuki pernah ngetop dibawakan oleh seniman keturunan Tionghoa, Tan Tjeng Bok di era 40-an. Sebelum namanya melejit sebagai aktor kawakan di era tersebut, si Item begitu Tan Tjeng Bok dipanggil merupakan biduan musik keroncong. 
 
Tidak hanya Tan Tjeng Bok, lagu ole-ole Bandung juga kembali ditenarkan oleh Pattie bersaudara yang populer di era 1970-an.
 
Mengenai lagu Ole-ole Bandung sendiri merepresentasikan Kota Bandung sebagai kota yang memiliki potensi besar, baik itu mengenai kuliner, wisata, dan pemudinya yang modis.
 
 
Dalam lirik lagu tersebut, disebutkan soal makanan Bandung tidak ada tandingannya. Untuk anak muda, Kota Bandung juga adalah daerah yang mengasyikan. Gadis Bandung juga, dikenal sangat pandai berdandan. 
 
 
Bandung 
 
Tahun 2014 lalu, kelompok musik asal Kota Kembang, yaita Mocca pun tidak ingin ketinggalan untuk memuji Kota Bandung yang diberi judul 'Bandung'. Salah satu lagu melengkapi di album "Home" tersebut mengunakan bahasa Inggris, dengan menceritakan sebuah kenyamanan dan keindahan di Kota Kembang. 
 
Meskipun saat ini kemacetan sudah menjadi yang lumrah terjadi di Kota Bandung sebagai daerah yang maju, namun dalam lagu tersebut disembutkan Kota Bandung tetap menjadi kota yang nyaman.
 
 
Bandung
 
Kembali lagu dengan judul 'Bandung' hadir untuk penikmat musik Indonesia pada 2015 silam. Pujian kepada Kota Bandung juga diabadikan seorang pujangga sekaligus musisi Fiersa Besari di album bertajuk "Konspirasi Alam Semesta". 
 
Pada lagu ini, Fiersa Besari menggambarkan bahwa Bandung adalah Kota yang dirindukan. Dia juga menceritakan ada beberapa sudut di Kota Bandung yang masih meninggalkan bekas kenangan. Itu seperti di Jalan Braga, Saparua, Dago, hingga Caringin Tilu.
 
 
 
Lima lagu di atas,  adalah sebagain karya musik yang mengangkat tema Bandung. Masih banyak pujian kepada Kota Bandung lainnya yang dapat didengarkan oleh penikmat musik.  Namun dari lima lagu di atas, menunjukan betapa besarnya daya tarik Kota Bandung sebagai daerah yang sangat nyaman dan seru untuk disinggahi. 
 
 


Editor : inilahkoran