Usai Viral Persalinan Ibu Muda di Atas Tandu, Pemda Bandung Barat Sebut Bakal Perbaiki Jalan Langkob di Kecamatan Rongga
Dina Lorenza (24) seorang ibu muda yang sempat viral lantaran melahirkan dalam kondisi tak bisa kini bisa bernafas lega lantaran sang buah hati yang didambakan telah lahir dengan selamat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dina Lorenza (24) seorang Ibu Muda yang sempat Viral lantaran melahirkan dalam kondisi tak bisa kini bisa bernafas lega lantaran sang buah hati yang didambakan telah lahir dengan selamat.
Kondisi jalan yang rusak membuat Dina terpaksa harus dibawa menggunakan tandu sejauh 5 kilometer untuk bisa mencapai bidan desa. Sebab, jalan rusak tersebut tak memungkinkan untuk dilewati ambulans atau kendaraan roda empat lainnya.
Lantaran tak kuasa merasakan kontraksi hebat, Dina akhirnya melakukan persalinan di tengah jalan yang rusak. Peristiwa itu pun sempat terekam kamera amatir warga hingga viral di berbagai platform media sosial.
Dalam segala keterbatasan, Dina pun melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan di tengah perjalanan dari tempat tinggalnya di Kampung Langkob, RT 01/04, Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Viralnya rekaman video tersebut menuai keprihatinan banyak pihak. Bahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat pun juga turut menyoroti hal tersebut, salah satunya akses jalan penghubung Kampung Langkob dengan kampung dan desa lain yang kerusakannya mencapai lima kilometer.
"Jalan itu merupakan akses utama bagi aktivitas warga. Kerusakannya sekitar 5 kilometer, untuk status jalannya itu milik kabupaten, naik dari sebelumnya milik desa," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Mochamad Ridwan kepada wartawan, Selasa 9 Juli 2024.
Rencananya, ungkap Ridwan, jalan tersebut rencananya memang akan diperbaiki. Namun perbaikan tersebut menggunakan dana community development (comdev) pembangunan Upper Cisokan.
"Untuk rencana perbaikan itu dari comdev atau CSR pembangunan Upper Cisokan, karena terdampak pembangunan," katanya.
"Perbaikannya bukan oleh kami, kebetulan tadi saya sudah konfirmasi juga ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)," sambungnya.
Meski begitu, ungkap Ridwan, untuk waktu pelaksanaan perbaikan jalan tersebut masih menunggu hasil komunikasi antara Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah KBB dengan pihak PT PLN.
"Pelaksanaannya (perbaikan jalan) menunggu hasil komunikasi adbang dengan pihak sana (PT PLN). Karena kalau kita anggarkan lagi, nanti malah jadi tumpang tindih," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bojongsalam, Ajang Yusuf Bachtiar mengungkapkan, kejadian ibu melahirkan di tengah perjalanan seperti yang dialami Dina, merupakan kejadian yang kesekian kalinya.
"Iya seperti yang dibilang di video, memang yang ketiga kalinya. Jadi kalau warga Kampung Langkob, mau ke puskesmas itu pasti ditandu karena kondisi jalannya memang rusak parah," ungkap Ajang.
Oleh karena itu, kata Ajang, mewakili warga Kampung Langkob, pihaknya berharap Pemda Bandung Barat segera merealisasikan perbaikan jalan yang menjadi akses utama warga.
"Jalan ini terdampak pembangunan proyek Upper Cisokan, makanya perbaikan itu berhubungan dengan Pemda KBB dan PLN," sebutnya.
"Kita sebagai warga minta supaya bisa segera direalisasikan perbaikannya," tegasnya.***
Editor : JakaPermana

