Vaksinasi Usia 6-11 Tahun, Pemkot Bandung Sasar 438 SD dan 31 MI
Pemerintah Kota Bandung akan menyasar 438 sekolah dasar (SD) dan 31 Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk vaksinasi Covid-19 siswa usia 6-11 tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menyasar 438 sekolah dasar (SD) dan 31 Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk vaksinasi Covid-19 siswa usia 6-11 tahun.
Total siswa yang ditargetkan divaksin usia 6-11 tahun, yakni sebanyak 223.175 orang dengan jangka waktu dua hingga tiga bulan.
"Alhamdulillah, Kota Bandung sudah termasuk kota yang diperbolehkan untuk memberikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun karena kita memenuhi kriteria. Dosis satu kita sudah lebih dari 70 persen, kemudian lansianya juga kita sudah di 78 persen," kata Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kamis 16 Desember 2021.
Baca Juga: Pemkot Targetkan Vaksinasi 250 Ribu Anak Usia 6-11 Tahun
Dituturkan dia, target SD dan MI yang akan disasar sebanyak 438 untuk SD dan 31 untuk MI dengan total mencapai 223.175 orang siswa. Pihaknya optimis pelaksanaan vaksinasi akan berjalan dengan baik mengingat target vaksinasi untuk masyarakat umum hampir mencapai 100 persen.
"Insya Allah, melihat proses percepatan vaksin umum yang sudah kita lakukan yang hampir mendekati 100 persen sudah di angka 99,86 persen. Kami cukup punya keyakinan karena lokusnya itu di sekolah, lebih memudahkan untuk kita melakukan proses vaksin," ucapnya.
Meski begitu, Pemkot Bandung tetap berhati-hati untuk memberikan vaksinasi Covid-19. Sebab harus berjarak empat pekan dari vaksinasi wajib yang harus dilakukan siswa. Dukungan infrastruktur fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang ada membuat vaksinasi diharapkan berjalan lancar.
Baca Juga: Amankan Aset, Pemkot Bogor Usulkan Bentuk Tim Pengamanan Aset Daerah
"Meskipun ada aturan mereka harus mendapatkan vaksin wajib seperti campak dan lainnya itu, berjaraknya harus empat minggu. Nanti mudah-mudahan di skrining ketahuan. Kita memperkirakan dua hingga tiga bulan vaksinasi dapat selesai. Dua tiga bulan Insya Allah mereka ada harus selesai dulu. Vaksin wajib harus berjarak empat minggu. Mungkin memperlambat tapi enggak banyak," ujar dia.
Yana menambahkan, total target vaksinasi masyarakat umum sebesar 1.952.358 orang saat ini sudah mencapai 99,86 persen dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 88 persen lebih. Dengan begitu dirinya berharap, pandemi berakhir dan di 2022 berubah status menjadi pandemi. Dia pun tetap mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan.
"Insya Allah enggak sampai di akhir tahun dapat diselesaikan Rp 1,9 juta lebih," jelasnya, dan Insya Allah, jadi kalau terjadi secara teori pandemi berakhir tahun depan jadi endemi seperti penyakit lain tapi tetap prokes lainnya," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


